Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penusukan di Pasar Malam Kereneng, Denpasar Dipicu Kata-kata 'Langkahi Dulu Mayat Saya'

Penusukan di Pasar Malam Kereneng, Denpasar Dipicu Kata-kata 'Langkahi Dulu Mayat Saya'

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Penusukan di Pasar Malam Kereneng, Denpasar Dipicu Kata-kata 'Langkahi Dulu Mayat Saya'
Tribun Bali / Ahmad Firizqi Irwan
Polresta Denpasar, Jumat (18/10/2019) merilis kasus penusukan yang terjadi di Kreneng, Denpasar, Bali beberapa waktu lalu hingga membuat korbannya meninggal usai ditusuk di bagian punggung 

Penusukan di Pasar Malam Kereneng, Denpasar Dipicu Kata-kata 'Langkahi Dulu Mayat Saya'

TRIBUNNEWS.COM - Kasus penusukan terjadi di Pasar Malam Kereneng, Denpasar, Bali pada Selasa (15/10/2019) malam menewaskan seorang perempuan kelahiran Probolinggo, 1 Juli 1992 yang bernama Halima.

Korban beralamat di Dusun Karang Tengah Selatan RT 014 RW 006, Desa Roto Kecamatan Krucil, Probolinggo, Jawa Timur.

Adapun polisi telah menetapkan Rudianto (40) laki-laki kelahiran Sampang 10 Juli 1981 yang bekerja sebagai buruh bangunan sebagai tersangka.

Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono hari ini Jumat (18/10/2019) mengatakan bahwa tersangka melakukan hal keji tersebut lantaran ia sakit hati dengan korban yang menikah lagi.

"Latar belakang pelaku melakukan aksinya karena cemburu. Korban ternyata menikah lagi dengan orang lain," lanjutnya.

Ia melanjutkan bahwa korban yang diketahui tinggal di Jalan Kampus UNUD, Gang Suwung Badak, Nomor 19X, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

Rekomendasi Untuk Anda

Korban menikah lagi dengan pria lain bernama Sholehudin alias Wawan, namun pernikahan korban dengan pelaku dan Wawan hanya pernikahan siri.

Sholehudin pun melaporkan kejadian ini ke polisi pada (16/10/2019)

"Kasus penusukan ini terjadi di halaman Kampus STISPOL Wira Bhakti Bhakti Jalan Lely Nomor 1, Kereneng, Denpasar pada Selasa 15 Oktober 2019 sekitar pukul 20.00 wita," lanjut Benny.

Disebutkan pula kronologinya, pelaku datang dari Probolinggo menuju Denpasar dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Spin DK 5508 XM miliknya sehari sebelum aksi penusukan terjadi.

Halaman selanjutnya

Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas