Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rusuh di Papua

Terlibat Rusuh Wamena, ASN Terancam Dipecat

Jika terbukti teribat dalam kerusuhan Wamena 23 September lalu, Aparatur Sipil Negara terancam bakl di pecat. Hal itu ditegaskan Bupati Kabupaten Jaya

Terlibat Rusuh Wamena, ASN Terancam Dipecat
Istimewa
Kapolda Irjen Paulus Waterpauw dan Pangdam XVI Cenderawasih Herman Asaribab saat menunjukkan hasil razia di Wamena 

TRIBUNNEWS.COM, WAMENA - Jika terbukti teribat dalam kerusuhan Wamena 23 September lalu, Aparatur Sipil Negara terancam bakl di pecat. Hal itu ditegaskan Bupati Kabupaten Jayawijaya John Richard Banua.

“Sebagai bupati, saya mendukung langkah Kepolisian dalam mengusut tuntas kasus kerusuhan 23 September lalu. Kalau ada ASN yang terlibat, harus di proses dan bila terbukti, saya tidak segan-segan untuk memberhentikannya atau memecat,” ujar Bupati Kamis (17/10/2019).

Ada sejumlah ASN yang ditahan Polres Jayawijaya karena diduga teribat dalam kerusuham Wamena. “ASN yang kini ditahan Polisi akan dipecat,” kata Banua.

Baca: Kicauannya 5 Tahun Lalu Viral, Wanda Hamidah Dianggap Sebagai Peramal Ulung, Ini Bunyi Tweet-nya

Baca: Link Live Streaming PSS Sleman vs Kalteng Putra Liga 1 2019, Via Vidio.com, Akses di Sini

Baca: Jangan Terburu-buru Amandemen UUD 1945

Sementara itu, Polisi berhasil meringkus pelaku penikaman seorang warga Sabtu lalu di Wamena Pelaku NW (35) ditangkap di kediamannya, tepat di salah satu Kampung yang ada di Wilayah Distrik Piramid Kabupaten Jayawijaya.

Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw mengatakan, penikaman yang dilakukan NW di Jalan Ahmad Yani Jembatan Wouma Kota Wamena Sabtu lalu. 

“Korban atas nama Dery Dati Padang, meninggal dan jenazahanyabsudah di bawa ke Kampung Halamannya di Toraja,”kata Kapolda.

Saat ditangkap Kamis pagi tadi, pelaku sempat melarikan diri. “Sehingga terpaksa dilakukan tindakan terukur yakni dilumpuhkan dengan tembakan,”kata Kapolda.

Dari keterangan awal, pelaku melakukan penusukan, karena balas dendam pribadi, namun salah sasaran. “Motifnya balas dendam, lalu marah ke semua orang. Ini kan tindakan meresahkan,”ujar Kapolda.

Tindakan pelaku dijerat Pasal 338 subsidaer Pasal 351 KUHP yakni pembunuhan berencana dengan penganiayaan berat dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Terkait kasus NW, sudah 4 orang saksi dimintai keterangan, dan sejumlah barang bukti berupa pisau dan motor disita.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Berita Terkait :#Rusuh di Papua

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas