Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Tarahan Ditahan

Dari hasil olah TKP, Fiki Ariyanto dianggap bersalah dan bertanggung jawab dalam kematian satu keluarga yang tengah berhenti di pinggir jalan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Tarahan Ditahan
Tribun Lampung/Ikhsan Dwi Nur Satrio
Kecelakaan truk dengan 2 motor di Jalinsum, Tarahan, Lampung Selatan, Minggu 27 Oktober 2019 

TRIBUNNEWS.COM,  BANDAR LAMPUNG -  Polisi  menetapkan Fiki Ariyanto (22), sopir truk Mitsubishi Colt Diesel BE 9037 NE, sebagai tersangka dalam kecelakaan maut di Tarahan.

Penetapan dilakukan usai Ditlantas Polda Lampung dan Satlantas Polres Lampung Selatan melakukan olah TKP kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera Km 20-21 Desa Tarahan, Katibung, Lampung Selatan, Minggu, 27 Oktober 2019.

Dari hasil olah TKP, Fiki Ariyanto dianggap bersalah dan bertanggung jawab dalam kematian satu keluarga yang tengah berhenti di pinggir jalan.

Kasat Lantas Polres Lampung Selatan Ajun Komisaris Polisi M Kasyfi Mahardika mengatakan, saat ini sopir truk maut sudah ditahan di Rutan Polres Lampung Selatan.

"Setelah hasil olah TKP kemarin dan pemeriksaan saksi-saksi, kami tetapkan sopir sebagai tersangka," kata Kasyfi, Senin, 28 Oktober 2019.

Kasyfi menuturkan, tersangka dianggap lalai dan akan dijerat pasal 310 ayat 4 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Sopir lalai dengan melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi, sehingga out of control saat di tikungan," bebernya.

Baca: Foto Kecelakaan Fatal Libatkan 8 Kendaraan Viral, Satu Mobil Remuk Ditabrak Mobil Jaguar Putih

Rekomendasi Untuk Anda

Sebanyak sekeluarga tewas ditabrak truk di turunan Tarahan, Lampung Selatan.

Diketahui kemudian, sekeluarga itu tewas saat sedang selfie di trotoar jalan.

Peristiwa kecelakaan maut truk vs NMax itu terjadi pada Minggu (27/10/2019).

Sebelum peristiwa nahas itu terjadi, warga setempat ternyata sempat memberikan peringatan kepada keluarga tersebut.

Warga setempat, Asmawan (50) mengungkapkan, sebelum peristiwa kecelakaan maut truk vs NMax itu terjadi, ia sempat mengingatkan keluarga tersebut.

Sebab, korban yang mengendarai Yamaha NMax bernopol BE 2576 ABL, berhenti di pinggir jalan.

"Ada empat orang, anak kecil dua, satu orang pria dewasa dan satu wanita dewasa," terang Asmawan, Minggu 27 Oktober 2019.

"Meraka itu lagi selfie-selfie di trotoar, memang kan belakangnya langsung pantai," imbuhnya.

Asmawan mengatakan, ia telah mengingatkan mereka untuk tidak berhenti di lokasi tersebut karena membahayakan.

"Sudah saya bilang, jangan selfie sini, bahaya, dan kemudian saya pulang," tuturnya.

Baca: Satu Keluarga di Lampung Tewas Ditabrak Truk, Gegara Selfie di Pinggir Jalan dengan Latar Laut

Baru beberapa menit sampai rumah, Asmawan mengaku mendapat kabar bahwa ada kecelakaan di turunan Tarahan.

"Saya balik ke lokasi. Saya lihat mobil sudah roboh, yang saya ingetin tadi ditabrak, semua meninggal," bebernya.

Kata Asmawan, kernet mobil truk warna kuning bermuatan bahan makanan itu mengalami luka berat.

"Sopirnya luka-luka, nah dari depan mobil ini nabrak sepeda motor Honda Beat, tapi selamat orangnya," tandasnya.

Identitas korban

Sebanyak empat orang meninggal dunia dalam kecelakaan di turunan Tarahan, Lampung Selatan.

Berikut, identitas korban meninggal.

1. Jufrebri Mars (36), warga Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara.

2. Satinah (35), warga Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara.

3. Dini Pratiwi (4) warga Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara.

4. Dino Framdan (8) warga Tanjung Aman, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara.

Sementara, berikut korban luka.

1. Fiki Ariyanto (22), warga Desa Sidomakmur, Kecamatan Melinting, Lampung Timur.

2. Aldi (18), warga Desa Putuk Sari, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur.

Kronologi kecelakaan

Sebelumnya diberitakan, tabrakan maut terjadi  Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) KM 20-21 Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Minggu (27/10/2019) sekitar pukul 08.15 WIB.

Kasat Lantas Polres Lampung Selatan Ajun Komisaris Polisi M Kasyfi Mahardika mengatakan, kecelakaan melibatkan kendaraan truk colt diesel Mitsubishi dengan Yamaha Nmax dan Honda Beat.

Kronologis kecelakaan, kata dia, bermula saat kendaaran truk yang dikendarai Fiki Ariyanto, warga Melinting Lampung Timur, melaju dari arah Bakauheni menuju  Bandar Lampung.

Truk melaju dalam kecepatan tinggi.

Truk berjalan di jalur sebelah kanan.

Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi truk tidak dapat menguasai kendaraannya.

Truk lalu menabrak pengendara Yamaha NMax.

Baca: Driver Taksi Online Tewas Dibunuh Kekasih Gelap, Kisah Cinta Segitiga Berakhir di Pinggir Tol Bocimi

“Setelah menabrak pengendara motor Yamaha NMax yang melaju di depannya, truk terguling dan menabrak pengendara sepeda motor Honda Beat yang melaju dari arah berlawanan,” kata mantan Kasatlantas Polres Kota Metro.

Sebanyak 4 korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut, sedangkan, korban yang mengalami luka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Tiga korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan, satu korban meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit."

"Untuk korban yang luka  sudah kita evakuasi dan dibawa ke rumah sakit,” terang M Kasyfi Mahardika. 

Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jalan Soekarno Hatta, jalur tanjakan Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Rabu 25 September 2019.

Kecelakaan melibatkan truk fuso dengan 4 sepeda motor.

Dari Kalianda

Pantauan reporter Tribunlampung.co.id di RSUAM, keluarga korban mulai berdatangan.

Suara tangis pun pecah dan keluarga tak kuasa menahan kesedihannya.

Mereka menangis meraung-raung.

Kakak kandung Satinah yang ditemui di RSUAM, Sanati (36) mengungkapkan, sebelum kecelakaan, adiknya itu menginap di rumahnya di Kalianda.

"Dia mau pulang ke Bandar Lampung. Mereka menginap di Kalianda sejak Senin untuk mengambil motor," tuturnya yang terlihat sangat syok.

Ia mengaku sangat kaget saat mendapat kabar sang adik bersama suami dan anak-anaknya mengalami kecelakaan.

Ia pun langsung ke RSUAM. Untuk kedua anak Satinah, katanya, masih dirawat.

"Nanti tinggal sama neneknya," kata dia.

Dimakamkan Terpisah

Keluarga Satinah lainnya, Masrun mengatakan, Satinah dan suami akan dimakamkan di tempat terpisah.

Sarja akan dimakamkan di kampung halamannya di Lampung Selatan, sementara, sang istri, dimakamkan di Keteguhan, Telukbetung.

Bibi Sarja, Misnawati yang juga berada di RSUAM mengungkapkan, Sarja saat ini sedang membangun rumah.

Ia bekerja sebagai buruh panglong kayu jati.

Meski buruh, Sarja memiliki tekad dan keinginan kuat membangun rumah dengan hasil keringatnya sendiri.

"Dia orangnya baik sama keluarga sering main ke Lampung Selatan, walapun rumahnya di Kota Karang (Keteguhan). Sekarang ini, dia lagi bangun rumah, tapi belum jadi," imbuhnya.

Peristiwa kecelakaan maut truk vs NMax mengakibatkan sekeluarga tewas ditabrak truk. Sebelum tabrakan maut terjadi, keluarga itu diketahui sedang selfie di trotoar turunan Tarahan, Lampung Selatan. (tribunlampung.co.id/dedi sutomo/hanif mustafa) 

 

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Tewaskan Sekeluarga, Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Tarahan Jadi Tersangka

Sumber: Tribun Lampung
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas