Tribunners
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tribunners / Citizen Journalism

Terkait Dukungan Kepala BIN, Jangan Kecewakan Marwah Rakyat Aceh

Presiden Joko Widodo diminta mempertimbangkan dengan seksama harapan pemimpin di Aceh itu.

Terkait Dukungan Kepala BIN, Jangan Kecewakan Marwah Rakyat Aceh
SERAMBI/M ANSHAR/M ANSHAR
Pekerja menyelesaikan pembangunan di Kompleks Gedung Wali Nanggroe di Jalan Soekarno Hatta, Lampeuneureuet, Aceh Besar, Jumat (27/11/2015). Hingga kini kompleks meuligo wali yang dibangun sejak 2010 tersebut telah menghabiskan tak kurang dari 100 miliar rupiah dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA). SERAMBI/M ANSHAR 

TRIBUNNEWS.COM, ACEH -  Dukungan Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik Mahmud Al-Haythar kepada Suhendra Hadikuntono menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) merupakan marwah dan kehormatan rakyat Aceh.

Presiden Joko Widodo diminta mempertimbangkan dengan seksama harapan pemimpin di Aceh itu.

"Bagi Aceh, sosok Suhendra penting untuk merawat perdamaian di Aceh dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia, red)," kata Malik Mahmud saat bertemu Suhendra di Aceh baru-baru ini seperti rilis yang diterima redaksi, Rabu (6/11/2019).

Di sisi lain, Juru Bicara Komunitas Jokowi-Ma'ruf Amin Kuat (KAJAK) Khaidir menyatakan dukungan dari Wali Nanggroe Aceh itu sama halnya dengan dukungan masyarakat Aceh secara keseluruhan.

"Jangan kecewakan rakyat Aceh. Dukungan Wali Nanggroe ini merupakan marwah masyarakat Aceh," tegas Khaidir.

Sebelumnya, Khaidir menyebutkan sosok Suhendra Hadikuntono selama ini sudah berkontribusi banyak dalam menjaga perdamaian di Aceh.

"Banyak tokoh nasional tidak memahami proses damai RI dan GAM di Aceh. Tapi sosok Suhendra sangat memahami psikologis rakyat Aceh, sehingga beliau tahu pasti bagaimana memperlakukan rakyat Aceh dengan penuh kehormatan," jelas Khaidir.

Untuk itu, menurut Khaidir, dalam kabinet Indonesia Maju, Presiden Jokowi dan Wapres Ma''ruf Amin harus bisa menempatkan sosok-sosok yang memiliki kemampuan dan kecakapan sosial yang tinggi serta memiliki jiwa nasionalisme seperti yang ditunjukkan Suhendra dalam menangani masalah Aceh.

Kasus pemanggilan mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf oleh Komnas HAM yang sempat membuat situasi Aceh tegang, kata Khaidir, telah diselesaikan oleh Suhendra dengan elegan, sehingga seketika mampu meredam gejolak di Aceh.

"Wali Nanggroe Aceh secara langsung telah memberikan apresiasi tinggi atas gerakan senyap yang dilakukan Suhendra," cetus Khaidir.

Dengan kiprah, kapasitas dan rekam jejak intelijen serta koneksi dengan berbagai pihak yang dimiliki Suhendra, tegas Khaidir, tidak berlebihan kiranya bila Wali Nanggroe beserta masyarakat Aceh mengimbau kepada Presiden Jokowi agar menempatkan Suhendra sebagai Kepala BIN.

"Penempatan Suhendra di badan intelijen tersebut adalah cara cerdas pemerintah dalam merekatkan Sabuk Nusantara dalam bingkai NKRI," tandas Khaidir.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas