Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Desak Putu Tiara Dikenal Berprestasi, Juara Basket Tingkat Provinsi hingga Aktif di OSIS

Semasa hidupnya Desak Tiara dikenal sebagai siswa yang berprestasi di sekolahnya di SMA Negeri 3 Singaraja Bali.

Desak Putu Tiara Dikenal Berprestasi, Juara Basket Tingkat Provinsi hingga Aktif di OSIS
Instagram @rafa.zhr / ISTIMEWA via Tribun Bali
Desak Putu Tiara Dikenal Berprestasi, Juara Basket Tingkat Provinsi hingga Aktif di OSIS 

"Dia yang membuat masa-masa pelatihan itu menjadi indah karena orangnya humoris." ujarnya.

Baca : Sempat Bertemu dan Dipeluk, sang Ayah Ungkap Keinginan Terakhir Desak Putu Tiara

Jantung dan Paru-Paru Rusak

Masih mengutip dari TribunBali, Dewa Gede Sugiarto yang merupakan ayah Tiara, mengungkapkan sang putri mulai mengeluh sakit sekitar seminggu sebelum meninggal.

Pada Senin (28/10/2019), Tiara mengeluh tidak enak badan.

Ia merasa sakit di bagian kepala dan juga badannya panas.

Tiara yang saat itu berada di sekolah lalu meminta izin kepada gurunya untuk pulang ke rumah, lalu dijemput pihak keluarga.

Sugiarto mengira sakit yang dialami Tiara hanya biasa saja, hingga akhirnya dibawa berobat ke dokter praktik.

Namun demikian, suhu badan Tiara tak kunjung turun.

Pihak keluargapun membawa Tiara ke RSUD Buleleng untuk melakukan cek darah pada Jumat (1/11/2019).

Namun karena kamar rawat inap di RSUD tersebut penuh, lantas akhirnya Tiara dibawa ke RS Kertha Usada.

Saat dalam perjalanan menaiki mobil ambulans, Tiara juga masih sempat bercanda.

"Dari RSUD ke RS Kertha Usada itu dia naik ambulans. Masih sempat bercanda."

"Bahkan di dalam ambulans dia (Tiara,red) hanya duduk, jadi kami berpikir sakitnya tidak parah," katanya.

Tak hanya itu, sesampainya di RS Kertha Usada, Tiara yang langsung dibawa ke ruang ICU masih sempat bercanda dengan menyebut perawat rumah sakit tersebut tampan.

Namun demikian, selang beberapa waktu, saat Tiara hendak dipasang peralatan medis tiba-tiba Tiara berontak.

Bahkan pihak rumah sakit terpaksa menyuntikkan obat penenang untuk Tiara.

Selang beberapa menit kemudian, kondisi Tiara semakin drop, dan langsung tak sadarkan diri (koma).

Kakak Tiara, Dewa Sadnyana mengungkapkan, selama di ICU Tiara hanya diberikan cairan infus, cairan makanan dan oksigen.

Hal itu dilakukan lantaran pihak dokter bingung terhadap penyakit yang diidap Tiara.

Sebab menurutnya dari berbagai tes yang dilakukan, sepeti tes darah bahkan sampai tes HIV, Tiara dinyatakan negatif.

"Sudah dilakukan pengecekan darah dan lendir. Hasilnya negatif. Sampai sempat di tes HIV, hasilnya juga negatif."

"Dokter juga bingung Tiara itu sakit apa dan obat apa yang harus diberikan."

"Jadi selama di ICU dia hanya diberikan cairan infus, cairan makanan dan oksigen," ungkap Sadnyana.

Sadnyana mengungkapkan, dari dalam hidung Tiara sempat keluar cairan berwana hijau pekat sebanyak setengah botol.

Menurut dokter, cairan itu menandakan jika paru-paru dan jantung milik Tiara telah rusak dan bagian lambungnya dinyatakan telah bocor.

Rencananya, jenazah Tiara akan di kremasi di Setra Kelurahan Penarukan, pada Rabu (13/11/2019) mendatang.

 (Tribunnews.com/Tio) (TribunBali.com/RatuRatu Ayu Astri Desiani) 

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Arif Tio Buqi Abdulah
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas