Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Awalnya Mengeluh Demam, Anggota Paskibraka Desak Putu Tiara Alami Koma kemudian Meninggal

Awalnya, Desak Putu Tiara mengeluh demam. Namun anggota Paskibraka ini mengalami koma hingga kemudian meninggal.

Awalnya Mengeluh Demam, Anggota Paskibraka Desak Putu Tiara Alami Koma kemudian Meninggal
Instagram @rafa.zhr / ISTIMEWA via Tribun Bali
Awalnya, Desak Putu Tiara mengeluh demam. Namun anggota Paskibraka ini mengalami koma hingga kemudian meninggal. 

Selang beberapa menit kemudian, kata Dewa Sadnyana, Tiara semakin drop, dan langsung tak sadarkan diri (koma).

"Sudah dilakukan pengecekan darah dan lendir. Hasilnya negatif. Sampai sempat di tes HIV, hasilnya juga negatif. Dokter juga bingung Tiara itu sakit apa dan obat apa yang harus diberikan. Jadi selama di ICU dia hanya diberikan cairan infus, cairan makanan dan oksigen," ucap Sadnyana lirih.

Dewa Sadnyana pun mengatakan jika hidung Tiara sempat mengeluarkan cairan berwarna hijau pekat sebanyak setengah botol.

Malangnya, menurut dokter kata Sadnyana, cairan itu menandakan jika paru-paru dan jantung milik Tiara telah rusak.

Bagian lambungnya juga dinyatakan telah bocor.

Baca: Paskibraka Pembawa Baki Meninggal Mulanya Demam, Begini Kata Sang Ayah dan Kakeknya

Baca: Fakta Meninggalnya Pembawa Baki Paskibra secara Misterius, Sempat Bercanda hingga Pengakuan Sahabat

3. Meninggal Setelah Lima Hari Dirawat

Tiara pun akhirnya meninggal dunia setelah lima hari dirawat di RS Kertha Usada, atau tepatnya pada Rabu (6/11/2019) sekira pukul 16.55 WITA.

Penyebab meninggalnya Tiara hingga kini masih menjadi misteri bagi keluarganya.

Pihak dokter telah mengambil sampel darah milik Tiara untuk dilakukan penelitian di Universitas Udayana, Denpasar, Bali.

Rencananya, jenazah Tiara akan di kremasi di Setra Kelurahan Penarukan, pada Rabu (13/11/2019) mendatang.

"Kami juga sudah mencoba nanya ke balian, ya katanya di santet orang. Namun hal seperti itu kan tidak bisa dibuktikan," kata Dewa Sadnyana.

(Tribunnews.com/Whiesa, Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas