VIRAL Sate Unta Seporsi Rp 60 Ribu, Ini Pengakuan Penjualnya dan Manfaat Daging Unta
Warung sate unta milik Arifin terletak di Jalan Mistar Cokokusumo, Kecamatam Cempaka, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan viral
Penulis:
Endra Kurniawan
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Ada yang unik dari sajian sate menu yang dihidangkan oleh Muhammad Arifin Sabran, pedagang sate di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan.
Bukan menggunakan daging ayam atau kambing, Arifin justru membuat sate berbahan dasar daging unta.
Arifin dan sang istri bernama Siti Mariam mulai berjualan sate unta sejak satu tahun yang lalu.
"Sekitar sekitar sudah 1 tahun sudah jualan sate unta," ujar Arifin seperti dikutip dari channel YouTube Banjarmasin Post News Video, Selasa (19/11/2019).
Warung sate unta milik Arifin terletak di Jalan Mistar Cokokusumo, Kecamatam Cempaka, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan.
Arifin mengaku alasan dirinya memilih daging unta untuk membedakan warung satenya dengan warung-warung yang lain.
Baca: Milad yang ke-107, Berikut 5 Fakta Menarik Gerakan Muhammadiyah yang Sudah Ada Sejak 1912
Menurutnya, masih jarang bahkan tidak ada orang yang menjual sate unta di Kalimantan bahkan di Indonesia.
"Kita mencari menu itu yang memang langka, orang jarang jualan," terang Arifin.
Selain karena unik, Arifin menyebut jika daging unta memiliki kasiat tertentu dibanding daging-daging hewan lain.
"Daging unta salah satu daging yang mengadung obat."
"Beda dengan sapi kerbau kambing."
"Salah satu binatang yang mempunyai kelebihan luar biasa," ujar Arifin.
Ditanya soal darimana mendapatkan daging unta, Arifin mengaku mendatangkan langsung daging tersebut dari negara Arab Saudi.
Pria yang juga memiliki biro travel haji dan umrah ini, mengaku hampir setiap satu bulan sekali pergi ke Tanah Suci untuk membeli langsung daging unta.
Baca: Pelaku Terorisme Banyak dari Usia 21-30 Tahun, Benarkah Anak Muda Mudah Dipengaruhi? Ini Jawabannya
"Kami bawa dari Mekkah langsung," kata Arifin.
Lanjut Arifin, jika ada sebagian pelanggannya meragukan keaslian daging unta yang ia jual.
Ini lantaran angkos yang dikeluarkan tidak murah untuk membawa daging unta ke Indonesia.
"Sebagian memang orang tidak percaya. Ongkosnya saja bisa mencapai Rp 20 juta," tegas Arifin.
Namun demikian, Arifin menjamin jika daging sate yang ia jual 100 persen asli.
"Dagingnya asli dan penuh berkah," lanjutnya.
Arifin menjelaskan warungnya buka tidak sampai malam.
Biasanya ia berjualan sate unta mulai pukul 08.00 hingga 15.00 sore.
Baca: Setelah Ahok, Erick Thohir Pilih Mantan Pimpinan KPK Jadi Bos BUMN Bidang Keuangan
Dalam jangka waktu tersebut, ia menyediakan sekitar 3 kilogram daging unta untuk dijual ke pelanggan.
"Kita batasi, cukup pokok ada hasil," kata Arifin.
Hal ini Arifin lakukan karena terbatasnya daging unta yang bisa ia bawa.
Dalam satu kali perjalanan Arifin hanya mampu membawa daging dari 60 hingga 120 kilogram saja.
"Ada batasannya, kendalanya jauh tadi," lanjut Arifin.
Informasi tambahan, satu porsi sate unta buatan Arifin dibanderol Rp 60 ribu.
Harga ini belum termasuk nasi dan dan minumnya.
Manfaat daging unta
Dikutip dari jurnal berjudul Potential of camel meat as a nontraditional high quality source of protein for human consumption (Potensi daging unta sebagai sumber protein berkualitas tinggi nontradisional untuk konsumsi manusia), daging unta memiliki banyak manfaat.
Jurnal yang dimuat di researchgate.net ini berisi penelitian terhadap manfaat daging unta.
Dalam studi dan penelitian medis meyebut daging unta lebih unggul daripada jenis daging lainnya.
Daging unta memiliki sedikit lemak, jadi direkomendasikan untuk dikonsumsi dan untuk menurunkan berat badan.
Daging unta juga dapat mengurangi risiko penyakit kolesterol.
Daging unta juga dapat digunakan sebagai obat untuk kelelahan karena mengandung energi yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh.
Baca: Ini Tips Memilih Bimbingan Belajar Hadapi SKD CPNS, Persiapkan Jauh-jauh Hari
Energi tersebut terdiri dari protein yang terkandung dalam daging unta
Selain itu, daging unta mengandung glikogen, karbohidrat yang mudah diserap dan dimetabolisme dalam tubuh, kemudian diubah menjadi glukosa, yang mengaktifkan saraf serta sel-sel lain.
Unta muda, yang berusia kurang dari tiga tahun, memiliki daging rendah lemak berkualitas tinggi.
Dari segi kesehatan, daging unta memiliki lebih sedikit lemak dan rendah kolesterol dibandingkan dengan daging hewan lainnya
Kandungan kolesterol daging unta (50 mg/100 g) kurang dari daging sapi (59 mg/100 g), domba (71 mg/100 g), kambing (63 mg/100 g), burung unta (52 mg/100 g), dan ayam (57 mg/100 g)
Daging unta dapat digunakan sebagai pengganti daging sapi karena kandungan lemak dan kolesterolnya yang lebih rendah.
Baca: Mentan Syahrul Limpo Beri Nama Varietas Unggul Anggur Baru 'Jan Ethes SP1'
Di negara Somalia dan India percaya jika mengkonsumsi daging unta memiliki manfaat kepada kesehatan.
Di benua Afrika dan beberapa negara-negara Asia, daging unta dan produk turunannya, dipercaya mampu menyembuhkan penyakit-penyakit berikut:
1) Daging unta digunakan untuk menyembuhkan demam musiman, linu panggul, dan nyeri bahu serta menghilangkan bintik-bintik;
2) Sup daging unta digunakan untuk menyembuhkan opacity kornea dan memperkuat penglihatan;
3) Lemak unta digunakan untuk meringankan rasa sakit wasir, dan lemak punuk digunakan untuk menghapus cacing pita; dan
4) paru-paru unta kering digunakan untuk diresepkan sebagai obat untuk asma, terutama jika diambil dengan madu. (*)
(Tribunnews.com/Endra Kurniawan)