Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Usai Kabur Dari Tahanan Polresta Malang, Lelaki Penuh Tato Ini Naik Ojol tanpa Bayar

Pelarian Adrian Fairi alias Ian (46), tahanan yang kabur dari Rutan Polresta Malang Kota akhirnya berakhir.

Usai Kabur Dari Tahanan Polresta Malang, Lelaki Penuh Tato Ini Naik Ojol tanpa Bayar
Aminatus Sofya/Surya
Kapolresta Malang Kota melakukan jumpa pers setelah kembali menangkap Adrian Fairi alias Ian, seorang tahanan yang sebelumnya sempat kabur bersama 3 tahanan lain. Ian berdalih kabur karena ingin datang ke pesta pernikahan anaknya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Pelarian Adrian Fairi alias Ian (46), tahanan yang kabur dari Rutan Polresta Malang Kota akhirnya berakhir.

Pelaku penyalahgunaan narkotika itu kembali ditangkap di rumah adiknya di Jalan Jodipan I, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang pada Selasa (10/12/2019) dini hari.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, Ian melompat dari atap ruang tahanan menuju SMP Katolik Frateran yang letaknya tepat di samping Mapolresta Malang Kota.

Kemudian dia berlari ke RS Saiful Anwar dan berhenti di Indomaret di Jalan Pattimura.

“Setelah di Indomaret, Ian ini menghentikan tukang ojek online. Dia tidak pesan tapi minta diantar ke rumah adiknya,” ujar Leo dalam jumpa pers.

Baca: Tergolong Nekat, Liku-liku 4 Tahanan Kabur Dari Polresta Malang

Baca: Tergolong Nekat, Liku-liku 4 Tahanan Kabur Dari Polresta Malang

Baca: Pemandu Lagu Nyaris Jadi Korban Penembakan Gara-gara Menolak Diajak Ngamar, Sang Pelaku Tak Ditahan

Si tukang ojek kemudian mengantar Ian ke Jalan Jodipan Gang I. Namun baru sampai di Jalan Jodipan Gang III, pria yang tubuhnya penuh tato itu melompat dan tak membayar.

“Dia kemudian menuju rumah adiknya, dia ketuk pintu dan bilang ke adiknya bahwa dia kabur. Setelah itu dia sembunyi di musala di dekat situ,” imbuhnya.

Sekitar pukul 09.00 WIB, sang adik membawakan makanan dan sebuah handphone untuk Ian. Si adik juga sempat membujuk Ian agar menyerahkan diri kepada polisi.

“Tapi tersangka menolak. Karena persembunyiannnya sudah kami ketahui, akhirnya dia berpindah ke rumah adiknya yang juga di Jalan Jodipan I,” ujar Leo.

Mantan Wakapolrestabes Surabaya ini mengatakan, polisi akhirnya menangkap Ian di rumah adiknya, Anik. Polisi kata Leo, terpaksa menembak kaki kiri Ian karena dia menolak saat disergap. Ian yang tersungkur akhirnya diringkus dan dibawa kembali ke Mapolresta Malang Kota.

“Tersangka menolak dan sempat memberikan perlawan saat akan ditangkap. Kemudian kami berikan tindakan tegas terukur di TKP,” tutupnya.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Pengakuan Tahanan Kabur di Malang: Cegat Ojek Online Setelah Keluar Dari Rumah Tahanan

Ikuti kami di
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas