Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

heboh Polisi yang Ditikam Karena Ganggu Istri Anggota TNI Dikabarkan Tewas, Ini Fakta Sebenarnya

Kabar tewasnya Bripka Imam Sutrisno, polisi yang ditusuk anggota TNI AD membuat heboh Polres Pamekasan.

heboh Polisi yang Ditikam Karena Ganggu Istri Anggota TNI Dikabarkan Tewas, Ini Fakta Sebenarnya
Surya
Kabar Meninggalnya Bripka Imam Sutrisno Buat Geger Polres Pamekasan, Humas Ungkap Kondisi Sebenarnya 

TRIBUNNEWS.COM, PAMEKASAN - Kabar tewasnya Bripka Imam Sutrisno, polisi yang ditusuk anggota TNI AD membuat heboh Polres Pamekasan.

Kasubbag Humas Polres Pamekasan, Iptu Nining Dyah mengaku kaget saat banyak pesan yang menanyakan kabar itu di aplikasi WhatsApps (WA).

Setelah pihaknya mengonfirmasi hal itu ke pihak keluarga korban, ternyata Bripka Imam Sutrisno malah berangsung membaik.

"Tadi banyak yang WA juga ke saya, benar enggak meninggal soalnya ada yang bilang meninggal? Terus saya jawab itu gak benar, saya sudah tanya langsung ke pihak keluarga, mas Imam Sutrisno masih hidup," terangnya.

Setelah terbantahkan rumor tersebut, Nining Dyah memohon doa pada masyarakat agar Bripka Imam Sutrisno semakin membaik agar bisa kembali bertugas di Polres Pamekasan.

"Mohon doanya, semoga Bripka Imam Sutrisno cepat pulih kembali dan sehat kembali seperti sedia kala," katanya kepada TribunMadura.com (grub TribunJatim.com), Kamis (12/12/2019).

Baca: Anggota Polisi Kabur Bersimbah Darah Setelah Ditusuk Anggota TNI, Pelaku Geram Istrinya Diganggu

Baca: Oknum Polisi Dibacok Karena Dilaporkan Ganggu Istri Anggota TNI

Baca: Mayat Wanita di Kamar Kos di Gresik Dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jatim

Baca: Tengkorak Manusia Tergeletak di Parit, Diduga Korban Meninggal Sebulan Lalu

Informasi yang dihimpun TribunJatim.com, korban saat ini sedang menjalani perawatan di sebuah ruangan di Gedung RS Bhayangkara Lantai 3 No 12-A.

Kabarnya, korban menjalani perawatan ditemani oleh istrinya.

Sejak Rabu (11/12/1019) kemarin, korban sempat menjalani perawatan secara intensif di Ruang ICU RS Bhayangakara.

Namun sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (12/12/2019) korban telah dipindahkan ke kamar perawatan di Gedung RS Bhayangkara Lantai 3 No 12-A.

Mengingat kasus tersebut ditangani langsung oleh pihak Polres Pamekasan, segala bentuk informasinya yang berkaitan dengan insiden tersebut hanya bisa diperoleh dari pihak Polres Pamekasan.

Dioperasi

Sebelumnya Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari mengatakan, Bripka Imam Sutrisno sudah menjalani operasi di bagian perut sebelah kirinya yang terkena tusukan.

Kini, Bripka Imam Sutrisno sedang menjalani perawatan intensif di RS. Bhayangkara Surabaya.

"Alhamdulillah semalam sudah dilakukan operasi, kini Bripka Imam Sutrisno sedang dirawat di rumah sakit Bhayangkara Surabaya," katanya kepada TribunMadura.com, Rabu (11/12/2019).

AKBP Djoko Lestari juga memohon doa agar anggotanya yang menjadi korban penusukan tersebut semoga lekas sembuh dan dapat bertugas kembali.

"Mohon doanya semoga Bripka Imam Sutrisno diberikan kesembuhan," harapnya.

Kondisi Serda Ali Sahbana

Di bagian lain, Komandan Kodim (Dandim) 0826 Pamekasan, Letkol Inf M Effendi mengatakan, saat ini kasus tersebut sudah ditangani sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

Kasus itu kini ditangani oleh Detasemen Polisi Militer V/4 Surabaya.

"Penanganan kasus ini sudah ditangani seusai proses hukum yang berlaku," kata Letkol Inf M Effendi kepada TribunMadura.com saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/12/2019).

Berkaitan sanksi yang akan diberikan, hal itu wewenang Detasemen Polisi Militer V/4 Surabaya.

Namun untuk saat ini, yang bersangkutan sudah dilakukan pemeriksaan dan dimintai keterangan di Detasemen Polisi Militer V/4 Surabaya.

"Harapan saya biarlah proses hukum itu berjalan di tangan Pomdam, intinya kami Kodim Pamekasan bersama Polres Pamekasan saat ini tetap bersama-sama saling bersinrgi untuk membangun Pamekasan ke depan," pungkasnya.

Tak Ada Kaitan dengan Institusi Polri dan TNI

Letkol Inf M Effendi mengatakan, kasus penusukan yang dilakukan anggotanya tersebut tidak ada kaitannya dengan instansi baik TNI maupun Polri.

Sebab, berdasar informasi sementara yang pihaknya terima, kasus penusukan tersebut ditengarai karena permasalahan pribadi.

"Perlu saya tegaskan, kasus ini tidak ada kaitannya dengan instansi baik TNI dan Polri yang mana pagi ini kita buktikan dengan melakukan apel bersama," kata Letkol Inf M Effendi kepada TribunMadura.com saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/12/2019).

"Kita bersama Polres Pamekasan tetap solid dan kita tetap bekerjasama, tidak ada permasalahan apa pun di luar kasus ini," sambung dia.

Selain itu, Letkol Inf M Effendi mengungkapkan, kalau kasus tersebut, saat ini sudah ditangani sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

Kasus itu kini ditangani oleh Detasemen Polisi Militer V/4 Surabaya.

"Penanganan kasus ini sudah ditangani seusai proses hukum yang berlaku," ujarnya.

Sebelumnya terungkap motif asmara melatarbelakangi peristiwa berdarah yang menggegerkan warga Pamekasan ini.

Komandan Polisi Militer Pamekasan, Maskun saat diwawancarai di ruang kerjanya menjelaskan, motif pembacokan itu karena istri AS sering digoda oleh Imam.

"Motif utama karena persoalan rumah tangga AS yang diganggu oleh korban," ujar Maskun, Selasa.

Maskun mengungkapkan, penusukan berawal pada Selasa pukul 09.30 WIB, dimana AS mendatangi Mapolres Pamekasan untuk menemui Imam.

Namun AS gagal bertemu karena orang yang dicarinya tidak ada di kantornya.

"AS datang sendirian berseragam TNI lengkap ke Polres Pamekasan," kata Maskun.

Pukul 10.30 WIB, AS dan Imam akhirnya bertemu setelah membuat janji di sebuah rumah kosong di Jalan Sersan Mesrul milik Sunarto .

Di rumah tersebut, AS hendak menyelesaikan secara damai persoalan rumah tangganya dengan Imam.

Karena di tengah perbincangan memanas, akhirnya AS menusuk perut Imam menggunakan pisau sangkur yang sudah dibawa AS.

Imam kemudian mengalami luka di bagian perut sebelah kiri.

Imam melarikan diri dari lokasi pembacokan ke arah timur.

Sekitar 30 meter dari lokasi pembacokan, Imam merampas motor milik warga dan membawanya lari.

Imam kemudian jatuh tersungkur bersama motornya di depan Bank SPM di Jalan Abdul Aziz setelah menabrak pagar besi bank.

Pukul 11.30 WIB, oleh warga, Imam kemudian dibawa ke rumah sakit umum dr H. Slamet Martodirjo Pamekasan menggunakan ambulans.

Di waktu bersamaan, AS langsung menyerahkan diri ke kantor Kodim 0826 Pamekasan di Kelurahan Lawangan Daya.

"AS tidak ada niat untuk melukai korban.

Namun, saat negosiasi untuk mencari solusi, AS terpaksa melukai korban menggunakan pisau sangkurnya," ungkap Maskun.

Terkait peristiwa ini, Polisi Militer Pamekasan terus melakukan koordinasi dengan Kodim 0826 Pamekasan dan Polres Pamekasan.

Menurut Maskun, peristiwa ini sudah menjadi atensi atasannya di Denpom 54 Surabaya.

"Keterangan para saksi dan pelaku serta pihak-pihak lain, sudah kami kumpulkan.

Termasuk barang bukti berupa pisau sangkur sudah kami sita," ungkap Maskun. (Luhur Pambudi)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Kabar Tewasnya Polisi yang Ditusuk TNI AD Gegerkan Polres Pamekasan, Humas Ungkap Kondisi Sebenarnya,

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas