Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ratusan Warga Cari Bagian Tubuh Asfani yang Diduga Tewas Diterkam Harimau

Saat ini warga sudah menemukan tulang yang sudah hancur diterkam harimau dan diduga milik Asfani. Namun pencarian masih terus dilakukan.

Ratusan Warga Cari Bagian Tubuh Asfani yang Diduga Tewas Diterkam Harimau
Handout
Warga yang mencari potongan tubuh Asfani yang diduga tewas diterkam harimau. 

"Kita belum dapat simpulkan," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Resort Balai BKSDA Sumsel SKW II Lahat RKW Isau Isau VII, Raswandi, belum bisa memastikan adanya dugaan jika korban tewas akibat diterkam harimau karena belum dilakukan verifikasi.

Mustadi warga desa Bulan Pajar Muaraenim Tewas Diterkam Harimau
Mustadi warga desa Bulan Pajar Muaraenim Tewas Diterkam Harimau (Kompas/IST)

Baca: Detik-detik Petani Kopi Diterkam Harimau, Istri Tercekat di Pondok Saksikan Suami Meregang Nyawa

Baca: Ammar Zoni Disebut Kayak Harimau, Irish Bella Bongkar Sifat Asli Suami: Balasan Langsung dari Allah

Menurutnya, BKSDA baru akan ke lokasi besok untuk mengidentifikasi apakah harimau atau bukan.

Meski demikian, dikatakanya wilayah kejadian juga masuk wilayah jelajah harimau.

Saat ditanya apa yang akan dilakukan BKSDA jika ternyata harimau, terebih sudah memakan beberapa korban, Raswandi, berkilah jika BKSDA kesulitan lantaran harimauyang belakangan kontak dengan manusia berada di wilayah hutan lindung sehingga pihaknya tidak bisa masuk.

"Seharusnya saat kejadian seperti ini KPH ada. Kami tak bisa apa-apa kalau ada di hutan lindung," katanya.

Sementara, Bupati Lahat, Cik Ujang, SH yang melayat ke rumah duka dan ikut mengantar ke kamar mayat RSUD Lahat, turut prihatin atas kejadian itu.

Pemkab sendiri kata Cik Ujang, akan turut serta melakukan pencarian tubuh korban yang belum ditemukan.

Dalam kesempatan tersebut, Cik Ujang, meminta kepada BKSDA untu serius menangani binatang buas yang sudah memakan banyak korban.

"BKSDA saya minta serius. Jangan kesannya saling salahkan warga sudah jadi korban dan kini ketakutan. Walau hutan lindung saya kita tak apa kalau untuk evakuasi harimau. Besok akan saya undang BKSDA termasuk pihan terkait lainya," tegas Cik Ujang.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Warga Desa Pajar Bulan Temukan Tulang yang Sudah Hancur, Diduga Milik Asfani

Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Sriwijaya Post
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas