Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dimas Koki Restoran Meninggal Akibat Ledakan Elpiji, Pernah Berujar 'Sampai Mati Aku di Mie Setan'

Pada hari itu, seolah Dimas telah mengatakan dirinya akan meninggal di resto tempatnya bekerja.

Dimas Koki Restoran Meninggal Akibat Ledakan Elpiji, Pernah Berujar 'Sampai Mati Aku di Mie Setan'
Tribun Jatim/Luhur Pambudi
Jenazah Dimas, korban tewas ledakan elpiji ngowos di Restoran Mie Setan Mulyorejo, disemayamkan di rumah neneknya, Minggu (29/12/2019) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Dimas Nur Sarifudin (20), koki Restoran Mie Setan Mulyorejo Kota Surabaya yang tewas akibat ledakan elpiji, sempat memperlihatkan sejumlah perangai tak biasa.

Hal ini diungkapkan Rini (58), pemilik warung kopi langganan Dimas.

Perangai aneh itu nampak selama kurun waktu seminggu belakangan.

Rini mengungkapkan, Dimas mengaku kepadanya sangat senang bekerja di tempat Resto 'Mie Setan'.

Kepada Rini, Dimas mengaku sangat nyaman dan merasa akrab dengan para pegawai yang lain.

Tak jarang, meski waktu shift kerjanya sudah selesai, Dimas kerap meluangkan waktunya membantu teman-temannya yang lain di dalam resto.

"Kamis malam dia ke tempat saya, tapi enggak beli apa-apa. Dia mengeluh 'Bun badanku sakit semua. Saya bilang, 'kerja itu ada liburnya'. Dia bilang, 'Enggak bun sungkan sama anak-anak," katanya, Minggu (29/12/2019).

Kondisi korban kebakaran rumah makan Mie Setan Mulyorejo saat dievakuasi, Jumat (27/12/2019).
Kondisi korban kebakaran rumah makan Mie Setan Mulyorejo saat dievakuasi, Jumat (27/12/2019). (Istimewa/Dok BPB Linmas Pemkot Surabaya)

Namun pada hari itu, seolah Dimas telah mengatakan dirinya akan meninggal di resto tempatnya bekerja.

"Dia bilang, 'daripada nganggur saya tak bantu teman, di sini sepi'. Saya bilang 'tumben kerja kok betah. Biasanya kan pindah-pindah'. Dia bilang 'sampai mati aku di mie setan'. Ternyata takdirnya meninggal," jelasnya.

Jumat (27/12/2019) kemarin, setahu Rini, Dimas saat itu mendapat jatah shift kerja pagi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Surya
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas