Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gibran Terjun ke Politik

Blusukan Gibran Dinilai Curi Start Kampanye, KPU Solo dan Bawaslu Jateng Tak Bisa Beri Larangan

Langkah Gibran sering blusukan dituding telah mencuri start kampanye yang saat ini belum dimulai.

Blusukan Gibran Dinilai Curi Start Kampanye, KPU Solo dan Bawaslu Jateng Tak Bisa Beri Larangan
TribunSolo.com/Ryantono Puji
Bakal calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka 

Menurutnya, Gibran sudah melakukan banyak kegiatan jelang akhir tahun ini.

Diberitakan sebelumnya, aksi blusukan Gibran ditanggapi salah satu relawan pendukung pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa, Ampuh 4 AD 1.

Juru bicara Ampuh 4 AD 1, Umar Idrus Alhabsyi menilai, Gibran sedang membangun opini masyarakat Solo melalui blusukan.

Namun, menurut dia, apa yang dilakukan anak Presiden Jokowi itu sudah terlambat.

Baca: Resmikan Bendung Kamijoro di Kulon Progo, Jokowi: Sepintas Saya Perhatikan Ini Sangat Indah

"Menurut kami, Gibran lagi membangun opini tapi opini itu tidak signifikan," ujar Umar, dikutip dari TribunSolo.com, Selasa (24/12/2019).

"Kita sudah tahu seperti kegiatan kegiatan masuk kali itu hanya simbol-simbol," lanjutnya.

Umar mengatakan, masyarakat Solo sudah lelah dengan simbol-simbol pembangunan opini.

"Kita mencari yang bukan simbol-simbol, kita sudah lelah dengan simbol-simbol pembangunan opini," kata dia.

"Masyarakat Solo sudah cerdas, blusukan itu dilakukan untuk apa kita sudah tahu, untuk membangun opini, tapi menurut kami sudah terlambat," tambahnya.

Umar menilai, politisi muda PDIP Perjuangan itu melakukan blusukan karena ia lama dikenal sebagai anak presiden.

"Gibran butuh pembangunan opini karena dia lama dikenal sebagai anak presiden," ujar Umar.

"Namun, sekali lagi masyarakat Solo sudah pintar, sudah dewasa, sudah bisa berpikir, sudah bisa menilai," imbuhnya.

Umar menekankan, masyarakat Solo tidak butuh pemimpin yang membangun pencitraan tanpa ada napak tilas yang jelas.

"Kalau Pak Purnomo sudah jelas napak tilasnya, membangun bersinergi dengan Pak Rudy membangun Solo, bukti sudah nyata," katanya.

"Kita tidak butuh lompatan-lompatan, kita butuh mapan, mantep, nyaman, berjalan terus Kota Solo," lanjut Umar.

(Tribunnews.com/Nuryanti) (TribunSolo.com/Ryantono Puji Santoso/Adi Surya Samodra)

Ikuti kami di
Penulis: Nuryanti
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas