Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bencana Banjir

Pantauan Udara BNPB, Kondisi Alam di Lebak Rusak Parah dan Banyak Tambang Ilegal

BNPB juga menemukan lokasi tambang emas ilegal di hulu Sungai Ciberang, Gunung Julang yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan

Pantauan Udara BNPB, Kondisi Alam di Lebak Rusak Parah dan Banyak Tambang Ilegal
Annas Furqon Hakim/Tribun Jakarta
Sejumlah akses jalan yang tertutup longsor di Lebak, Banten, Minggu (12/1/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pantauan dari udara lokasi banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, Selasa (14/1).

Menurut pantauan udara BNPB mendapati wilayah kerusakan hutan dan lereng bukit yang semakin parah. Maraknya alih fungsi lahan menjadi jenis tanaman musiman menyebabkan wilayah tersebut kehilangan kekuatan dan pengendali vegetasi alami sehingga tak heran apabila akhirnya ada enam kecamatan yang terdampak mulai Kecamatan Sajira, Cipanas, Lebakgedong, Curugbitung, Maja dan Cimarga.

Selain itu, BNPB juga menemukan lokasi tambang emas ilegal di hulu Sungai Ciberang, Gunung Julang yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Lebakgedong.

Di sepanjang bantaran sungai dan lembah ditemukan kondisi permukiman penduduk yang semakin padat sehingga hal tersebut sekaligus menyebabkan wilayah kerentanan terhadap bencana semakin tinggi.

Baca: Peringatan Dini BMKG Hari Ini: Waspadai Cuaca Ekstrem Akibat Siklon Claudia, 12 Wilayah Hujan-Petir

Baca: Aci Sempat Lari Gendong Cucu Selamatkan Diri Saat Longsor Terjang Lebak, Ini Kisahnya

Baca: Dua Pekan Hidup Tanpa Listrik, Saat Malam Warga Lebaksitu Korban Banjir dan Longsir Gelap Gulita

Menurut catatan BNPB ada 30 desa di 46 titik lokasi banjir dan longsor. Sebanyak 2.162 rumah mengalami kerusakan mulai dari kriteria rusak berat, sedang hingga ringan. Selain itu ada 24 jembatan putus, 1 kantor kecamatan rusak dan 3 kantor desa rusa.

Banjir bandang tersebut juga menyebabkan 1.392 KK yang terdiri dari 5.106 jiwa mengungsi. Sebanyak 9 orang meninggal dunia dan 2 dinyatakan hilang.

Dampak banjir bandang juga terlihat hingga Waduk Karian. Dalam pantauan terdapat banyak material kayu yang terbawa arus banjir dari banyaknya kerusakan hutan.

Agus Wibowo
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas