Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kisah Perjuangan Mbah Miswadi, Penyandang Tunanetra Berjualan Sapu Keliling Sejak 1981

Miswadi (71), warga Desa Karangsari RT 4 RW 1 Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas kesehariannya adalah sebagai penjual sapu keliling

Kisah Perjuangan Mbah Miswadi, Penyandang Tunanetra Berjualan Sapu Keliling Sejak 1981
Istimewa
Kakek Miswadi (71), warga Desa Karangsari RT 4 RW 1 Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas saat duduk istirahat di depan trotoar depan kampus Unsoed. 

Setelah itu, dirinya mulai berangkat berkeliling membawa sapu hasil karyanya pada pukul 08.00 WIB dan pulang pukul 15.00 WIB.

Hampir setiap hari, Mbah Miswadi berjalan kaki sejauh 1 kilometer dari rumahnya untuk mencapai pertigaan jalan.

 

Setelah itu, ia naik angkutan umum untuk menuju ke daerah perkotaan di Purwokerto.

Dalam menawarkan barang dagangannya, dia terbiasa berjalan tanpa menggunakan alas kaki.

Panasnya aspal dan terik panas matahari seakan tak pernah dihiraukan.

Tangan dan pundak kanannya dipergunakan untuk memegangi sapu.

Sementara tangan kiri Miswadi untuk memegang tongkat kayu sepanjang 1 meter sebagai petunjuk arah dia melangkah.

Sekali jalan, dia rata-rata membawa 12 sapu, yakni 9 sapu ijuk dan 3 lainnya sapu berbahan serabut kelapa.

"Jika sedang beruntung, 12 sapu bisa terjual habis.

Tetapi jika sedang sepi, pernah tidak ada satupun sapu yang terjual," kata Miswadi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas