Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kisah Perjuangan Mbah Miswadi, Penyandang Tunanetra Berjualan Sapu Keliling Sejak 1981

Miswadi (71), warga Desa Karangsari RT 4 RW 1 Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas kesehariannya adalah sebagai penjual sapu keliling

Kisah Perjuangan Mbah Miswadi, Penyandang Tunanetra Berjualan Sapu Keliling Sejak 1981
Istimewa
Kakek Miswadi (71), warga Desa Karangsari RT 4 RW 1 Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas saat duduk istirahat di depan trotoar depan kampus Unsoed. 

Menurutnya, berjualan cara berkeliling adalah yang terbaik agar dagangannya cepat laku.

"Daripada membuka lapak di pasar, menunggu pembeli.

Jika membuka lapak di pasar, sapu yang dihargai Rp 25 ribu ditawar sangat murah. Sehingga keuntungan juga tidak seberapa," terangnya.

Dia menerangkan, sudah menjalankan profesi itu sejak 1981 silam.

Meskipun anak-anaknya sudah berumah tangga, dirinya pun enggan berdiam diri.

 

Dia tetap menjalankan profesinya sebagai bentuk lain pengabdian serta tanggungjawab kepada istri, seperti yang telah diikrarkan sejak awal pernikahan.

"Sedari awal saya sudah menerima keadaan suami.

Dia memang orang gigih dan giat bekerja. Saya hanya berharap Tuhan selalu memberikan kesehatan kepada suami saya," kata Sartem.

Sapu ijuk buatannya dijual seharga Rp 25 ribu, untuk yang berbahan serabut kelapa Rp 20 ribu.

Sehari-hari Miswadi bisa membawa bekal uang Rp 250 ribu sampai Rp 450 ribu sebagai pegangan atau modal awal.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas