Tribun

Produsen Ayam Tiren di Boyolali Diamankan Polisi

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti mesin pencabut bulu ayam, mesin pendingin, sepeda motor, bungkus kunir untuk pewarna daging

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Produsen Ayam Tiren di Boyolali Diamankan Polisi
istimewa
Barang bukti ayam tiren di Boyolali 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rifqi Gozali

TRIBUNNEWS.COM, BOYOLALI - Polsek Ampel Boyolali mengerebek produsen ayam mati kemarin (tiren).

Fitriyani (32) warga Desa Sampetan, Kecamatan Gladaksari, Kabupaten Boyolali  memproduksi ayam tiren di rumahnya bagian belakang.

Kapolres Boyolali AKBP Rachmad Nur Hidayat melalui Kepala Satuan Reskrim Polres Boyolali, AKP Mulyanto mengatakan, semula Polsek Ampel mendapat laporan terkait keberadaan ayam tiren di Boyolali pada 27 Januari 2020.

Lantas pihak kepolisian mengecek dan menangkap pelaku yang tengah memproduksi ayam tiren.

"Benar pada Senin 27 Januari 2020, sekira jam 14.00 WIB pelaku beraktivitas memproduksi ayam tiren atau ayam bangkai," ucap Mulyanto.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti  mesin pencabut bulu ayam, mesin pendingin, sepeda motor, bungkus kunir untuk pewarna daging.

Baca: Penerbangan Penumpang dari dan ke China Distop, Tapi Penerbangan Kargo Jalan Terus

Baca: Suasana Batin Nikita Mirzani di Kejaksaan, Katanya Kayak Drama Korea

Baca: Polisi Tembak Mati Bandar Sabu di Bekasi

"Kami juga amankan cairan kimia setengah jeriken dua literan, tawas sebesar kepalan tangan, pisau dapur, 18 ekor ayam tiren ukuran besar, 86 ekor ayam tiren ukuran kecil, dan 105 ayam tiren yang telah dipotong," jelasnya.

Dia melanjutkan, dalam mengolah ayam tiren pelaku menyampur daging dengan kunyit, tawas, dan bahan kimia lain untuk menghilangkan bau busuk.

Proses pengolahan itu dilakukan juga untuk mengubah warna daging supaya terkesan segar.

"Pelaku yang juga memakai campuran bahan kimia yang di situ sangat berbahaya bagi orang yang mengkonsumsi daging ayam tiren," jelasnya.

Kapolsek Ampel, AKP Margono melanjutkan, dari keterangan yang pihaknya himpun pelaku sekitar 5 bulan mengolah ayam tiren.

Ayam tiren itu, kata dia, dipasarkan pelaku di sejumlah titik pasar di Kecamatan Ampel.

"Kalau ayam tirennya dia dapat dari kandang ke kadang, juga di sekitaran wilayah Ampel," ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 204 ayat 1 juncto UU Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan Konsumen dan UU Nomor 12 tahun 2012 tentang pangan perubahan atas UU Nomor 07 tahun 1996 tentang Pangan.

"Hukuman maksimalnya 15 tahun penjara," kata Margono.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Produsen Ayam Tiren di Boyolali Digerebek, Polisi Temukan Cairan Kimia dan Tawas

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas