Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Galian C Liar Merajalela, Warga Pasuruan Desak Jokowi Turun Tangan

Aktivitas penambangan ilegal tersebut diduga mengancam eksistensi warga dan juga kondisi ekosistem lingkungan hidup.

Galian C Liar Merajalela, Warga Pasuruan Desak Jokowi Turun Tangan
Istimewa/Tribun Jatim
Suasana penambangan di wilayah Bulusari, Gempol, Pasuruan. 

TRIBUNNEWS.COM, PASURUAN - Melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Jatim, warga Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur,  melapor ke Presiden Joko Widodo ihwal aktivitas penambangan ilegal.

Dalam surat laporan itu disebutkan bahwa, terjadi penambangan ilegal di Dusun Jurang Pelen 1 dan Jurang Pelen 2 Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Aktivitas penambangan ilegal tersebut diduga mengancam eksistensi warga dan juga kondisi ekosistem lingkungan hidup.

Dikutip dari Tribun Jatim, dari hasil pendampingan dan pertemuan dengan serta investigasi di lapangan, ditemukan sejumlah fakta yang memprihatinkan.

Di antaranya, adanya aktivitas penambangan liar yang tidak berizin berupa galian tambang pasir dan batu (sirtu).

Baca: Moeldoko Membuka Apel Kebangsaan dan Pembukaan Kursus Banser Pimpinan Angkatan V di Pasuruan

Kegiatan tersebut diperkirakan terjadi sejak tahun 2016.

Dari laporan warga terkait penambangan ilegal tersebut diharapkan Presiden Joko Widodo memerintahkan instansi terkait seperti, baik itu Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup, Gubernur, Bupati dan Kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan pelanggaran.

Sementara itu kepada Tribunnews.com, Sekretaris LBH Ansor Jawa Timur Jafar Sodiq yang menjadi kuasa hukum warga Bulusari mengatakan proses penambangan illegal yang terjadi hampir empat tahun terakhir tersebut hingga kini masih tetap berjalan.

Bechoe-bechoe milik oknum pengusaha galian C ilegal ini terus mengeruk tanah-tanah di Desa Bulusari.

Kondisi ini membuat ekosistem di wilayah tersebut rusak parah. Bukit-bukit yang sebelumnya rindang, kini berubah menjadi cekungan-cekungan kolam.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Tribun Jatim
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas