Oknum Penimbun Masker dan Hand Sanitizer di KBB dan Cimahi Diawasi Polisi
Selain itu, pihaknya juga bakal mengantisipasi penyebaran informasi hoaks mengenai mewabahnya virus corona yang bisa meningkatkan kepanikan
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNNEWS.COM, NGAMPRAH - Anggota Polres Cimahi bakal melakukan pengawasan terhadap oknum penimbun masker dan hand sanitizer di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Cimahi menyusul adanya penyeberan virus corona Novel (Covid-19).
Hal tersebut karena saat ini ketersediaan masker dan hand sanitizer di sejumlah apotek di KBB dan Kota Cimahi sudah mulai langka akibat diborong masyarakat yang merasa panik adanya penyebaran virus asal Kota Wuhan China itu.
Saat dikonfirmasi, Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki membenarkan bakal dilakukannya pengawasan terhadap oknum penimbun masker dan hand sanitizer tersebut.
"Iya, betul," ujar Yoris saat dikonfirmasi Tribun Jabar melalui pesan singkat, Selasa (3/3/2020).
Sementara Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro menambahkan, pihaknya bakal melakukan pengecekan dan operasi di pasar dalam rangka mengantisipasi penimbunan masker dan hand sanitizer itu.
"Untuk oknum penimbun, tentu kalau terbukti nanti akan kami amankan dan ada konsekuensi hukumnya," kata Yohannes.
Baca: 3 Pemain Juventus U23 Terjangkit Virus Corona, Cristiano Ronaldo Sempat Latihan Bersama
Baca: Azriel dan Dul Sama-sama Naksir Tiara Idol, Anang & Maia Ikut Rebutan Calon Menantu: Pilih Anakkku
Baca: Jakarta Gelar Pameran Mainan dan Komik Bertaraf Internasional
Baca: Cegah Corona, Kementerian PUPR Wajibkan Tamu dan PNS Cek Suhu Badan
Selain itu, pihaknya juga bakal mengantisipasi penyebaran informasi hoaks mengenai mewabahnya virus corona yang bisa meningkatkan kepanikan dan kekacauan di masyarakat baik di KBB maupun Kota Cimahi.
"Cek kembali kebenaran dan faktanya dari sumber sumber yang terpercaya dan berkompeten," ucapnya.
Kelangkaan masker terjadi Di Apotek K-24 Padalarang, bahkan hal tersebut sudah terjadi selama sebulan yang lalu karena distributor masker sudah tidak memberikan suplai.
"Sempat dikirim, tapi hanya 1 box yang isinya 14 plastik, per plastik isinya hanya 4. Harganya per plastik Rp 13 ribu dan itu saja stok terakhir," ujar Firman, apoteker di Apotek K-24.
Tak hanya masker, masyarakat juga, kata dia saat ini ramai memburu handsanitizer dan suplemen imunitas untuk anak dan dewasa yang mengandung curcuma.
"Peningkatan pembelian suplemen itu dalam sehari hingga 4 kalilipat dari biasanya," kata dia. (*)
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Polisi Awasi Oknum Penimbun Masker dan Hand Sanitizer di KBB dan Cimahi,