Warga Jepang Dirujuk ke RSD Mangusada Bali Setelah Terdeteksi Thermal Scanner di Bandara Ngurah Rai
Seorang penumpang Warga Negara Asing dirujuk ke Rumah Sakit setelah terdeteksi thermal scanner di Bandara Ngurah Rai, Senin (2/3/2020).
Editor:
Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, BALI - Seorang penumpang Warga Negara Asing dirujuk ke Rumah Sakit setelah terdeteksi thermal scanner di Bandara Ngurah Rai, Senin (2/3/2020).
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar, dr Lucky M Tjahjono membenarkan informasi tersebut.
Kini, WNA asal Jepang tersebut sedang dilakukan pemeriksaan lanjutan.
Namun, ia mengaku belum mengetahui informasi detailnya.
Baca: Mengenal Gejala dan Upaya Pencegahan Virus Corona
“Iya benar dia demam. Belum ada info nanti jika ada saya infokan,” jawabnya singkat.
Berdasarkan informasi, WNA tersebut dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada.
Pasien warga negara Jepang berinisial ID (22) tersebut dirujuk ke sekitar pukul 19.00 wita.
Saat melakukan penanganan, tim medis menggunakan Alat Pelindung Diri (PAD).
Pasien pun langsung dibawa ke ruang isolasi.
Baca: 13 Stasiun MRT Sediakan Hand Sanitizer Untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona
Pantauan dilapangan seluruh petugas di IGD RSD Mangusada kini menggunakan masker.
Bahkan security yang berjaga pun semua menggunakan masker.
Berkaitan dengan hal itu Direktur RSD Mangusada, dr I Ketut Japa tak menampik bahwa pihaknya menerima pasien dari KKP Ngurah Rai.
"Iya kami menerima pasien dari KKP Ngurah Rai. Pasien warga Jepang ini di bawa karena mengalami panas yang tinggi," ujarnya saat dikonfirmasi Senin (2/3/2020) malam.
Baca: Mendagri Minta APBD Segera Dibelanjakan Untuk Hadapi Dampak Virus Corona Terhadap Perekonomian
Menurutnya warga Jepang diterimanya sekitar pukul 19.00 WITA.
RS Mangusada dipilih dengan alasan ruang isolasi di tiga rumah sakit yakni RS Sanjiwani, RSP Sanglah, dan RSUD Tabanan ruangan isolasinya penuh.
"Karena di tiga rumah sakit, ruangan isolasinya penuh makanya dirujuk ke sini," jelas dr Japa.
Disinggung mengenai penanganan Japa pun tak menampik, tim medis yang menangani menggunakan PAD lengkap.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi pasien terjangkit virus corona.
"Karena pasien Warga Negara Asing, jadi kami membawa ke ruang isolasi. Iya dengan pakaian lengkaplah tim Medis," bebernya.
Pihaknya pun tidak mau membeberkan lebih lanjut terkait pasien tersebut.
Hanya saja menurut dr Japa pasien dirujuk atas perintah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
"Ia ini saran dari dinas kesehatan provinsi juga. Makanya pasien dirujuk kesini," katanya.
Ditanya lebih lanjut apakah pasien ini diduga suspect corona, dr Japa pun belum berani memastikan lebih lanjut.
Pasalnya masih dilakukan cek laboratorium.
"Pasiennya ini panas tinggi. Namun karena pasien warga negara asing dengan situasi seperti global seperti ini kita antisipasi saja dulu," bebernya.
Disinggung mengenai tujuan pasien ke Bali, Dr Japa pun enggan memberikan komentar lebih lanjut.
"Masalah itu saya kurang tau, kita di medis hanya melakukan penanganan saja dulu," katanya.
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Turis Jepang Panas Tinggi Setiba di Bandara Ngurah Rai, Langsung Dievakuasi ke RS Mangusada