Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengakuan Wali Murid Aniaya Kepsek dengan Bawa Pistol di Jambi, Ungkap Perasaan Jengkelnya

Sore hari setelah ujian selesai, wali murid dari siswa yang bersangkutan ternyata mendatangi kepala sekolah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pengakuan Wali Murid Aniaya Kepsek dengan Bawa Pistol di Jambi, Ungkap Perasaan Jengkelnya
Tribunjambi/Samsul Bahri
BM tersangka penganiayaan kepsek SMAN 10 Tanjabbar saat diekspos di Mapolres Tanjung Jabung Barat, Selasa (10/3/2020) 

TRIBUNNEWS.COM - Sosok BM, Wali murid pelaku aniaya kepala SMAN 10 di Tanjung Jabung Barat, Jambi menuturkan alasannya melakukan penganiayaan pada Rabu (6/3/2020).

Penganiayaan itu diketahui berawal ketika sekolah meminta siswa untuk mengumpulkan ponsel sebelum ujian dimulai.

Saat itu sekolah menyediakan fasilitas wifi untuk akses internet siswa untuk ujian online.

Ketika sesi ujian pertama berlangsung, kepala sekolah menemukan seorang siswa yang tak menyerahkan ponselnya.

Saat itu siswa tersebut enggan menyerahkan ponsel dengan alasan dilarang orang tuanya.

"Siswa bersangkutan berasalan orang tuanya tak mengizinkan HP itu dikumpulkan. Demi kebersamaan kedudukan siswa dalam penegakan aturan, kepsek tetap meminta HP tersebut dan meminta siswa menginformasikan ke orang tuanya," ujar Ketua PGRI Provinsi Jambi, Lukman,

Sore hari setelah ujian selesai, wali murid dari siswa yang bersangkutan ternyata mendatangi kepala sekolah.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat itu kepala sekolah dan beberapa guru masih berada di sekolah.

Tiba-tiba terdengar suara leturan keras yang membuat warga sekolah berhamburan keluar.

HALAMAN SELANJUTNYA>>>>>>

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas