Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mayat Bocah 6 Tahun di Ambon Ditemukan di Kolam Tinja, Bermula dari Penemuan Sandal

Sebelumnya, orangtua korban mencari-cari bocah tersebut yang tak kunjung pulang selepas pergi bermain.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mayat Bocah 6 Tahun di Ambon Ditemukan di Kolam Tinja, Bermula dari Penemuan Sandal
Istimewa
Ilustrasi Jenazah yang meninggal tenggelam (Grup WA) 

TRIBUNNEWS.COM - Kronologi bocah 6 tahun ditemukan tewas di kolam tinja.

Jasad SU ditemukan tewas di sebuah kolam tinja di Kota Ambon.

Sebelunya, SU sempat hilang setelah tak kunjung pulang.

Ia diduga tewas setelah jatuh dan terjebak di dalam kolam pengelolaan tinja di lingkungan Kantor Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) pengolahan tinja Kota Ambon, Selasa (17/3/2020).

 POPULER Ekspresi Sulit Dibaca, Siswi Pembunuh Bocah Buat Psikolog Kewalahan & Ambil Keputusan Ini

 Ibu Siswi SMP yang Bunuh Bocah 6 Tahun Minta Maaf, Orang Tua Korban: Saya Berusaha Memaafkan

Kepala Sub Bagian Humas Polresta Pulau Ambon, Iptu Julkisno Kaisupy mengatakan, ditemukannya jenazah SU berawal saat kedua orangtuanya menemukan sandal korban di sekitar lokasi.

Sebelumnya, orangtua korban mencari-cari bocah tersebut yang tak kunjung pulang selepas pergi bermain.

Seorang bocah di Ambon terjatuh di kolam pengelolaan tinja di kawasan Wara, Kecamatan Sirimau Ambon, Selasa malam (17/3/2020)(Polresta Pulau Ambon)
Seorang bocah di Ambon terjatuh di kolam pengelolaan tinja di kawasan Wara, Kecamatan Sirimau Ambon, Selasa malam (17/3/2020)(Polresta Pulau Ambon) ()
Kedua orangtua korban dibantu seorang tukang ojek bernama, Muhammad Abrian Puluhatumena, terus berupaya mencari keberadaan korban di sekitar lokasi.

Muhamad lalu berinisiatif mengambil sepotong besi untuk mengukur kedalaman kolam.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia saat itu juga  bersama seorang warga setempat masuk ke dalam kolam.

“Setelah berada di dalam kolam, mereka meraba-raba, kemudian saksi mendapati kaki korban dan langsung mereka mengangkat korban dan membawanya ke tepi kolam. Selanjutnya dibawa ke rumah korban di kawasan Kebun Cengkeh,” ujar Julkisno saat dikonfirmasi, Rabu (18/3/2020).

Orangtua enggan melakukan otopsi terhadap jenazah korban.

HALAMAN 2 >>>>>

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas