Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Seiring Pandemi Virus Corona, Jumlah Pasien Gangguan Jiwa di Bali Meningkat

Tidak hanya ketakutan terhadap wabah virus tersebut yang membuat masyarakat cemas, melainkan dampak ekonomi sehingga berpotensi akibatkan depresi.

Seiring Pandemi Virus Corona, Jumlah Pasien Gangguan Jiwa di Bali Meningkat
https://pixabay.com/
Ilustrasi kecemasan (https://pixabay.com/) 

TRIBUNNOEWS.COM - Jumlah pasien gangguan jiwa di Bali mengalami peningkatan seiring pandemi virus corona (Covid-19).

Sejak adanya wabah covid-19 ini, jumlah konseling yang berkaitan dengan kecemasan terhadap virus ini bertambah.

Tidak hanya ketakutan terhadap wabah virus tersebut yang membuat masyarakat cemas, melainkan dampak ekonomi sehingga berpotensi akibatkan depresi. 

Hal ini diungkapkan oleh Psikiater dr I Gusti Rai Putra Wiguna Sp.KJ, Sabtu (28/3/2020).

Sejak wabah virus corona ini merebak di Indonesia, sedikitnya ada 20 pasien yang telah ia tangani karena mengalami kecemasan berlebihan akan wabah Covid-19.  

"Kebetulan saya bareng komunitas teman baik  kan saya buka konsultasi psiko sosial online gratis.

Itu dari seluruh Indonesia, lebih dari 20-an orang yang minta konsultasi. Semuanya kecemasan karena covid," kata dr Rai.

Baca: Aturan Ngaben di Tengah Pandemi Virus Corona

Baca: Antisipasi Pandemi Virus Corona, Gubernur Jatim Imbau Pedagang Pecel Lele Tunda Mudik ke Lamongan

Pria yang akrab disapa dr Rai ini menjelaskan, rata-rata pasien konseling yang ia tangani mengalami lebih dari satu keluhan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Willem Jonata
Sumber: Tribun Bali
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas