Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

‎Ejek Polisi Saat Beri Imbauan Corona, Mahasiswi di Papua Ditangkap

Seorang mahasiwi di Jayapura harus berurusan dengan Direktorat Kriminal khusus (Diteskrimsus) Polda Papua.

‎Ejek Polisi Saat Beri Imbauan Corona, Mahasiswi di Papua Ditangkap
Humas Polda Papua
Satuan Brimob Polda Papua melakukan penyemprotan disinfektan di rumah tinggal sederhana masyarakat Asmat yang bermukim di Kabupaten Merauke, Rabu (1/4/2020). (Humas Polda Papua). 

TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA - Seorang mahasiwi di Jayapura harus berurusan dengan Direktorat Kriminal khusus (Diteskrimsus) Polda Papua

Ini karena mahasiswa inisial SBN itu telah mengejek anggota Polri yang sedang bertugas memberi imbauan bahayanya virus corona.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal membenarkan penangkapan pada SBN oleh Subdit V Siber ‎Ditreskrimsus Polda Papua.

"Pelaku diamankan Senin (30/3/2020) pukul 16.00 WIT di Entrop, Jayapura. Dia melakukan ujaran kebencian pada aparat keamanan di media sosial faacebook," ujar Kamal dalam siaran persnya, Kamis (2/4/2020).

Baca: Kompolnas Prihatin Jika Benar Kapolsek Kembangan Gelar Pesta Nikah di Hotel Mewah Saat Corona

Baca: Sosok Kapolsek Kembangan yang Dicopot Usai Gelar Pesta Nikah Saat Corona, Berteman Banyak Artis

Kamal menjelaskan kejadian bermula pada minggu (29/3/2020) pelaku dalam cuitannya di media sosial memuat postingan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan warga pada‎ aparat yang melakukan himbauan tidak berkerumum di tengah pandemi corona.

Ini karena pelaku diminta kembali ke rumah oleh aparat, tidak nongkrong atau berada di luar rumah jika tidak dalam kondisi mendesak.

Pelaku, tidak terima dengan imbauan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui telah memposting ucapan bernada ujaran kebencian terhadap aparat keamanan menggunakan akun facebooknya.

"Setelah diamankan pelaku menjalani pemeriksaan dulu. Nanti dilakukan permohonan maaf di depan publik melalui media. Kami menyayangkan postingan yang dibuat pelaku disaat aparat melakukan himbauan agar masyarakat melakukan pembatasan aktifitas di luar rumah untuk memutus mata rantai penyebaran corona," imbuhnya.

Kamal berharap masyarakat khususnya di Papua tidak meniru perilaku yang tidak terpuji tersebut. Dia meminta media sosial digunakan dengan bijak. 

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas