Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dua Kecamatan di Kabupaten Gresik Masih Terendam Banjir

Kecamatan Menganti, banjir hanya merendam jalan Desa Boboh dan jalan raya Menganti setinggi 15 sentimeter sepanjang 200 meter.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Dua Kecamatan di Kabupaten Gresik Masih Terendam Banjir
Surya.co.id/Willy Abraham
Banjir merendam Desa Dungus, Kecamatan Cerme, Kamis (16/4/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, GRESIK - Banjir yang merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Gresik kini mulai surut. Namun banjir yang disebabkan luapan Kali Lamong ini diketahui masih merendam Kecamatan Cerme.

Total 1.417 rumah yang masih terendam, Kamis (16/4/2020).

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, banjir akibat luapan Kali Lamong masih merendam dua kecamatan. Yaitu, Kecamatan Cerme dan Kecamatan Menganti.

Kecamatan Menganti, banjir hanya merendam jalan Desa Boboh dan jalan raya Menganti setinggi 15 sentimeter sepanjang 200 meter.

Kecamatan Cerme menjadi yang paling parah, 16 desa masih terendam hingga pagi hari ini.

Seorang penjual jenang, melintas di Jalan Desa Banjarsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun yang tergenang banjir, Selasa (14/4/2020) pagi.
Seorang penjual jenang, melintas di Jalan Desa Banjarsari, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun yang tergenang banjir, Selasa (14/4/2020) pagi. (Surya.co.id/Rahadian Bagus)

Desa Morowudi menjadi yang paling parah.

430 rumah terendam banjir setinggi 20 sentimeter.

Rekomendasi Untuk Anda

Jalan raya Cerme Desa Morowudi tergenang air 40 sentimeter sepanjang 800 meter.

Desa Dungus ada 340 runah tergenang 40 sentimeter.

Desa Iker-iker 300 rumah tergenang air setinggi 35 sentimeter dan Perumahan Prisma Land yang berada di Desa Guranganyar ada 270 rumah terendam dengan ketinggian 60 sentimeter.

Baca: 23 TKI dari Malaysia Dijemput Kepala Desa Masing-masing Setelah Dinyatakan Negatif Covid-19

"Kali Lamong saat ini sudah siaga kuning," ujar Kepala BPBD Gresik, Tarso.

Camat Cerme, Suyono menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para kepala desa yang terdampak banjir dan melakukan pendataan.

Diketahui ketinggian air akibat banjir mulai surut dan masih merendam rumah, area persawahan, tambak dan jalan desa.

"Debit luapan kali Lamong mulai turun, curah hujan juga mulai menurun," tambah Yono, sapaan akrabnya.

Sekadar informasi, banjir juga melanda wilayah Gresik utara.Banjir disebabkan oleh luapan sungai Bengawan Solo.

Ada dua kecamatan yang terendam banjir.

Kecamatan Dukun ada delapan desa dan Kecamatan Bungah ada tiga desa.

Banjir hanya merendam area sawah, tambak dan jalan desa.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Situasi Terkini Gresik Terdampak Banjir, Luapan Kali Lamong Masih Rendam 2 Kecamatan, Cerme Terparah

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas