Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pabrik Rokok di Tulungagung Diminta Terapkan Physical Distancing, Jika Masih Bandel Bakal Disegel

Yumar memperingatkan setiap perusahaan untuk menaati ketentuan physical distancing

Pabrik Rokok di Tulungagung Diminta Terapkan Physical Distancing, Jika Masih Bandel Bakal Disegel
David Yohanes
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tulungagung, Yumar 

Laporan Wartawan Surya David Yohanes

TRIBUNNEWS.COM, TULUNGAGUNG - Posko Kesehatan Covid-19 Dinas Kesehatan Tulungagung menemukan setidaknya 24 karyawan PR Simustika reaktif, saat menjalani rapid test Virus Corona.

Tingginya jumlah ini diduga karena perusahaan ini tidak menerapkan ketentuan physical distancing.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung, Yumar, Senin (4/5/2020).

"Mereka tetap operasional, sudah kami imbau tapi tidak taat. Yang terjadi seperti sekarang ini," ujarnya.

Karena itu Yumar memperingatkan setiap perusahaan untuk menaati ketentuan physical distancing.

Secara khusus ia menekankan pada 10 perusahaan rokok yang mempekerjakan lebih dari 2.800 orang.

Baca: Fakta Terbaru Kematian 2 Karyawan Rokok Sampoerna, Hanya Keluar ke Pasar Tradisional

Alat  pelinting rokok selama ini ditata saling berhadapan dan berdekatan satu sama lain, sehingga risiko terjadi penularan Virus Corona.

"Kami sarankan perusahaan (rokok) untuk merumahkan sebagaian karyawan. Perusahaan harus memperhatikan kesehatan karyawan," tegas Yumar.

Diakui, kondisi ini menjadi dilema bagi perusahaan rokok. Mereka harus tetap produksi agar para karyawannya tetap mendapat penghasilan.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas