Bandung Jadi Target Peredaran Daging Babi yang Disarukan Seperti Daging Sapi
Tisna memaparkan, memang kalau dilihat sepintas, daging celeng atau babi warnanya relatif lebih merah mendekati ke sapi
Editor:
Eko Sutriyanto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Puluhan ton daging babi yang diolah supaya menyerupai daging sapi telah tersebar selama setahun di Kabupaten Bandung.
Ini terkuak setelah jajaran Polresta Bandung berhasil meringkus empat pelaku disertai 600 kilogram daging babi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran, mengatakan Bandung memang dijadikan target pasar bagi para penjual daging babi atau babi hutan.
"Hampir tiap tahun terulang terjadinya penjualan celeng atau babi," ujar Tisna di Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (12/5/2020).
Baca: Terbongkar Penjualan Daging Sapi yang Ternyata Daging Babi, Tim Satgas Pangan Bandung Sidak ke Pasar
Tisna memaparkan, memang kalau dilihat sepintas, daging celeng atau babi warnanya relatif lebih merah mendekati ke sapi.
"Jadi kalau sapinya masih muda itu persis warnanya. Memang ada beberapa trik untuk membedakan dan ini harus terus disosialisaikan kepada masyarakat," kata Tisna.
Sebab, menurut Tisna, kebanyakan masyarakat Kabupaten Bandung beragama Islam tahu daging celeng atau babi itu haram.
"Tapi (umumnya) tidak tahu perbedaannya, mulai dari bentuknya, aromanya, hingga warnanya," tuturnya.
Baca: Cara Mudah Membedakan Daging Sapi dengan Daging Babi: Perhatikan Warna hingga Aromanya
Hal tersebutlah, kata Tisna, yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum untuk mengejar keuntungan dengan cara yang tidak legal.
Jadi, lanjut dia, mereka para pelaku menipu konsumen dengan mencampur celeng atau babi dengan sapi, atau mencapurnya dengan boraks supaya warnanya lebih mendekati daging sapi.
"Sementara kita juga tahu boraks itu zat yang berbahaya untuk manusia, merupakan pengawet yang tidak direkomendasikan," katanya.
Maka kata Tisna, semua pihak yang terkait dengan perdagangan, apakah kepala unit pasar atau masyarakat, harus lebih jeli dan proaktif.
"Bila ditemukan hal yang aneh, murah, dan mencurigaakan jangan cuek, harus segera lapor kepada pihak yang berkompeten," ucapnya.
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Ternyata, Bandung Memang Target Peredaran Daging Babi yang Disarukan Seperti Daging Sapi