Stuktur PDIP di SMS Terharu Masih Diperhatikan Maruarar Sirait
Total struktur PDIP di Jawa Barat hingga ke tingkat anak ranting adalah 92.630 pengurus.
Editor:
Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menindaklanjuti instruksi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, DPD PDI Perjuangan Jawa Barat secara kompak bergotong-royong membantu pemerintah dan rakyat dalam menghadapi Covid-19.
Tiga pilar partai yaitu struktur partai, legislatif dan eksekutif, dikerahkan untuk bersama-sama turun ke lapangan dan beraksi secara nyata.
Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, ada 13 anggota DPR RI, 20 anggota DPRD provinsi, 207 anggota DPRD Kabupaten/Kota, 12 kepala derah serta 10 calon kepala daerah di Jawa Barat secara nyata membantu pemerintah dengan melakukan sosialisasi sagar masyarakat mengikuti aturan.
Termasuk juga membagikan masker, alat perlindungan diri, obat-obatan serta sembako dan nasi bungkus.
"Selama ada covid-19, kita ada program Sejuli, atau Selasa dan Jumat Peduli. Dua hari dalam setiap pekan kita adakan baksos, termasuk penyemprotan disinfektan," kata Ono, Jumat (15/5/2020).
Hari ini, sampai dengan Minggu depan, DPD PDI Perjuangan pun mengadakan pembagian paket sembako yang tersebar di 27 kabupaten/kota, 657 kecamatan dan 5.957 desa.
Kelompok yang dibagikan paket itu tentu saja termasuk para pengurus partai di tingkat bawah yang juga terkena dampak Covid-19.
Total struktur partai di Jawa Barat hingga ke tingkat anak ranting adalah 92.630 pengurus.
Secara khusus, Ono berterima kasih kepada Maruarar Sirait, yang menjadi anggota DPR periode 2004-2019 dari daerah pemilihan Subang, Majalengka dan Sumedang (SMS).
Maruarar, meski bukan anggota DPR lagi, namun tetap turut serta ikut bergotong royong dalam memberikan paket sembako di banyak titik di Jawa Barat, selain dapil SMS, juga kota Bogor, Cianjur, Cirebon, Bandung Barat dan Tasikmalaya.
Untuk Dapil SMS sendiri Maruarar memberikan 20.90 paket sembako.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bang Maruarar. Hingga kini Bang Ara merupakan Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) yang juga senior PDI Perjuangan Jawa Barat. Apa yang dilakukan Bang Ara adalah hal yang patut dicontoh oleh kader-kader lainnya. Dengan tagline Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah, bantuan Bang Ara sangat bermanfaat bagi masyarakat di Jawa Barat," ungkap Ono.
Apa yang disampaikan Ono ini dikonfirmasi langsung Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga Bupati Majelengka, Karna Sobahi.
Atas nama DPC, Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Ranting di Majelengka, Karna mengucapkan terima kasih kepada Maruarar yang masih terus peduli kepada struktur partai meski tidak lagi menjadi anggota DPR.
Perhatian Maruarar ini sangat dirasakan oleh kader-kader partai di bawah.
"Terima kasih yang luar biasa untuk bang Ara,"ungkap Karna.
Januar, Ketua PAC Kadipeten Majalengka, mengatakan bahwa kader-kader di bawah sangat terharu dengan kepedulian Maruarar Sirait.
Ternyata Maruarar, meski bukan lagi anggota DPR, masih tetap peduli terhadap kepengurusan partai. Lebih-lebih kepedulian itu datang di tengah situsi dan kondisi sekarang yang terdampak oleh virus corona.
"Kami semua sangat bersyukur sekali," ungkap Janur.
Hal sama di sampaikan Caca, Ketua Ranting PDIP Desa Panyingkiran Majalengka. Ia mengatakan bahwa semua kader sangat bangga dengan perhatian Maruarar. Maruarar tetap komitmen membesarkan partai dan komitmen memperhatikan kader.
"Gak ada lah yang seperti Bang Ara mah. Masih peduli sama kita-kita meski bukan lagi DPR," ungkap Caca.
Di lokasi berbeda, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Subang, Niko Rinaldo, juga sangat berterima kasih kepada Maruarar.
Maruarar benar-benar menjalankan ajaran Bung Karno, yaitu prinsip untuk tidak sekali-kali melupakan sejarah.
Meski sudah tak lagi menjabat Anggota DPR RI Dapil Subang Majalengka dan Sumedang, tapi kepedulian kepada Subang tetap tak berubah, dengan tetap menyalurkan sembako untuk para kader sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
"Bang Ara seperti yang sering disampaikannya, menganggap di Subang selalu seperti berada di rumah sendiri. Ia merasakan ada kehangatan bersama dengan rekan-rekan kader PDIP di Subang yang mayoritas muslim. Jadi meski beliau non muslim dan Batak, momen Ramadan juga kadang dirindukannya dalam hal tradisi berbagi dan membantu sesama,” ucap Niko.
Ketua DPRD Subang yang juga kader PDI Perjuangan, Narca Sukanda, mengatakan bahwa ia sangat terharu dengan dengan kepedulian Maruarar. Maruarar merupakan senior dan tokoh politik panutan di Subang.
"Kepedulian Bang Ara sangat terasa. Terimakasih pada Bang Ara, tentu ini akan sangat bermanfaat untuk para kader. Kita sudah bergerak dalam mencegah Covid-19 di 100 Desa, Bang Ara juga membantu, kini juga datang kabar bahagia bagi para kader,” ungkap Naca.
Sementara Ketua DPC PDI Perjuangan Sumedang, Irwansyah Putera, memastikan seluruh bantuan akan langsung disalurkan kepada semua stuktur partai hingga ke tingkat anak-ranting.
Atang Setiawan, anggota DPRD, mengatakan bahwa Maruarar dan Sumedang nemiliki ikatan yang sangat kuat dan terjalin dengan baik.
"Dan hari ini terlihat bagaimana Bang Ara bukti kepedulian bagi kami setuktur partai. Semoga ini juga menjadi motivasi bagi kader-kader partai yang lain untuk terus peduli pada seama.
Hepy Andarina, Ketua PAC Tanjungkerta Sumedang, punya kesan terhadap Maruarar. Maruarar merupakan sosok politisi panutan yang sangat ramah dan dekat dengan pengurus partai hingga ke level paling bawah.
Maruarar juga sangat loyal pada kader namun tetap rendah hati.
"Bantuan Bang Ara ini menunjukkan bahwa meski Bang Ara bukan lagi anggota DPR namun selalu ingat pada kami," ungkap Hepy.
Joni Rohimat, Ketua Ranting Desa Margalaksana Sumedang, juga mengatakan hal yang sama. Maruarar yang ia kenal adalah sosok yang selalu perhatian kepada kader-kader di daerah.
"Sekarang terbukti. bang Ara masih peduli sama kita meski bukan anggota DPR lagi," ungkapnya.
Dihubungi terpisah, Maruarar mengatakan bahwa selama 15 tahun, periode 2004-2019, ia menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Subang, Majalengka dan Sumedang.
Tentu saja ia tak akan melupakan doa dan keringat mereka yang telah mengantarkannya ke Senayan. Ia pun berusaha mengamalkan ajaran Bung Karno untuk tidak melupakan sejarah.
"Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Apalagi disana, saya, yang bersuku Batak dan beragama Kristen, bisa diterima secara baik sebagai keluarga oleh mereka yang lebih dari 95 persen beruku Sunda dan beragama Islam," jelas Ara.
Ara mengatakan bahwa di Subang, Majelangka dan Sumedang, ia menemukan orang Sunda beragama muslim yang santun, terbuka, baik dan sangat toleran. Ia merasakan benar bagaimana Pancasila diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
"PAC dan Ranting adalah ujung tombak partai. Dan PDI Perjuangan memiliki kader-kader di akar rumput yang hebat, militan baik. Mari sapa dan urus mereka dengan hati," ungkap Ara.
Baca tanpa iklan