Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Manggarai Barat Pukul Petugas Medis, Diduga Hasil Rapid Test Covid-19 Tersebar

Dugaan awal, pelaku kesal karena informasi tentang hasil rapid test virus corona istrinya beredar luas di aplikasi pesan instan, WhatsApp

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Warga Manggarai Barat Pukul Petugas Medis, Diduga Hasil Rapid Test Covid-19 Tersebar
Net
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, MANGGARAI BARAT - Terjadi kasus penganiayaan yang dialami petugas medis di UPDT Puskesmas Wae Nekeng, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (13/5/2020) dua hari lalu.

Saat ini, aparat kepolisian masih mendalaminya.

Baca: Ngamuk Dijemput Petugas Medis, Warga Positif Virus Corona Lari dan Peluk Orang

Dikutip dari Kompas.com, petugas medis itu dipukul seorang warga berinisial N di Puskesmas Wae Nekeng.

Dugaan awal, pelaku kesal karena informasi tentang hasil rapid test virus corona istrinya beredar luas di aplikasi pesan instan, WhatsApp.

"Iya betul, karena pesan WhatsApp terkait istri korban reaktif hasil rapid test, hasil tes itu tidak disangka beredar luas," kata Kapolsek Lembor Ipda Yoga Darma Sutanto saat dihubungi Kompas.com, Jumat (15/5/2020).

Yoga belum mengetahui asal usul pesan berantai yang memuat informasi hasil rapid test virus corona istri pelaku itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat ini, kata dia, polisi masih mendalami kasus pemukulan yang dilakukan pelaku.

"Kita fokus ke pemukulan, karena sesuai laporan korban," kata dia.

Polisi telah memeriksa dua saksi dalam kasus pemukulan tersebut.

Baca: Sosok Henky Solaiman di Mata Weni Panca, Suka Bercanda dan Bikin Nyaman

Polisi juga akan meminta keterangan Kepala Puskesmas Wae Nekang yang berada di lokasi saat pemukulan terjadi.

"Hasilnya belum kita bisa kita kasih tahu. Intinya saksi hanya melihat kejadian pemukulan," jelas Yoga.

Dipukuli Keluarga Pasien

Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi Penganiayaan (net)

Sebelumnya diberitakan, HJ, seorang petugas medis di UPTD Puskesmas Wae Nakeng dipukul seorang warga berinisial N pada Rabu (13/5/2020).

HJ dipukul di UPTD Puskesmas Wae Nakeng sekitar pukul 13.50 WITA.

Petugas medis tersebut mengaku tak tahu alasan warga berinisial N itu memukulinya.

Sebelum dipukul, HJ mengaku, N menuduhnya sebagai dalang keresahan masyarakat di tengah pandemi virus corona baru atau Covid-19.

"Saya bersama ibu kepala puskesmas masih membuat laporan, tiba-tiba N datang dengan emosi dan mengatakan saya dalang pembuat keresahan di tengah masyarakat saat Covid-19," kata HJ saat dihubungi Kompas.com, Kamis (14/5/2020).

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas