Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pasien Covid-19 yang Sembuh di Jawa Barat Dua Kali Lebih Banyak Dibanding yang Meninggal

Orang dalam pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlag 45.026 orang, sedangkan yang masih dipantau berjumlah 6.937 orang

Pasien Covid-19 yang Sembuh di Jawa Barat Dua Kali Lebih Banyak Dibanding yang Meninggal
Freepik
ilustrasi virus corona 

Kedua alat tersebut yakni Rapid Test 2.0 dan Surface Placement Resonance (SPR).

Rapid Test 2.0 menurut Hermansyah, berbeda dengan RDT. Pada penemuan baru ini sampel yang diambil adalah lendir dahak dari tenggorokan hidung atau swab.

Ini berbeda dengan RDT yang mengambil sampel darah.

Baca: Ramalan Zodiak Kesehatan Jumat 15 Mei 2020: Libra Perhatikan Tekanan Darah, Leo Perbanyak Minum

Adapun akurasi Rapid Test 2.0 disebut mencapai 80 persen.

"Kemudian harganya pun lebih murah, sekitar Rp 120 ribuan. Dibandingkan RDT sekitar Rp 300 ribuan," katanya.

Sementara SPR atau semacam alat PCR bersifat portabel sehingga mudah dibawa kemana- mana.

Dengan inovasi baru, uji klinis tidak perlu dilakukan di dalam labolatorium tapi bisa dilakukan di titik yang ditarget seperti pasar dan terminal.

"Alhamdulillah dua universitas yang ada di Jawa Barat, Unpad dan ITB telah menemukan alat-alat yang mudah- mudahan segera bisa kita gunakan," kata Hermansyah.

Alat baru dari Unpad dan ITB menambah inovasi sebelumnya yang dibuat PT Biofarma, PT Pindad, dan PT DI.

Semua alat ini diharapkan dapat memenuhi target tes di Jawa Barat sebanyak 300 ribu orang, atau 0,6 persen dari jumlah populasi di Jawa Barat.

Halaman
1234
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas