Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Antisipasi Kluster Covid-19 dari Pasar Tradisional, Pemprov Jatim Siapkan Sistem Ganjil Genap

Pemerintah Provinsi Jawa Timur tekan kluster penyebaran Covid-19 dari pasar tradisional dengan terapkan sistem ganjil genap untuk pedagangnya.

Antisipasi Kluster Covid-19 dari Pasar Tradisional, Pemprov Jatim Siapkan Sistem Ganjil Genap
Tribunnews/Herudin
Ilustrasi aktivitas perdagangan di pasar tradisional 

TRIBUNNEWS.COM - Sebagai langkah menekan klaster penyebaran Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah menyiapkan penataan pasar trasidional dengan sistem ganjil genap.

Hal tersebut dilakukan karena banyaknya kasus positif yang datang dari pasar tradisional.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan mengatakan jika pola ganjil genap ini dimaksudkan bukan untuk semua pedagang di pasar tradisional tersebut.

Bukan juga dengan semua pedagang di pasar tersebut diberi nomor ganjil dan genap.

Namun, ganjil genap yang akan dilakukan yakni mengelompokkan komoditas pedagang yang sama.

"Di suatu pasar misalkan ada penjual ayam. Penjual ayam itu lalu diberi nomor pastinya ada yang ganjil dan genap, lalu pedagang sayur, pedagang beras dan seterusnya," kata Drajat, saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2020).

Konsep pasar ganjil genap menurutnya mereplikasi pola pengoperasian pasar di Kota Malang.

BACA SELENGKAPNYA>>>>

Ikuti kami di
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunnewsWiki
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas