Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Emil Dardak Ungkap Alasan Jawa Timur Alami Tambahan Corona Tertinggi: Kapasitas Testing Meningkat

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak ungkap alasan wilayahnya mengalami tambahan kasus corona tertinggi di Indonesia, yakni meningkatnya testing.

Emil Dardak Ungkap Alasan Jawa Timur Alami Tambahan Corona Tertinggi: Kapasitas Testing Meningkat
Wartakota/Nur Ichsan
SILATURAHMI - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Redaksi Tribunnews Grup di Jakarta, Sabtu (14/3/2020). (Warta Kota/Nur Ichsan) 

"Di Institute of Tropical Disease (ITD) Unair sudah ada support 10.000 PCR."

"Kita juga sudah kedatangan 2 alat mobile PCR untuk menambal permasalahan lab yang kapasitasnya berkurang," terang mantan Bupati Trenggalek ini.

Selain itu, Emil juga turut menanggapi pernyataan soal Surabaya bisa menjadi seperti Wuhan jika warganya tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

Pernyataan tersebut datang dari Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur dr Joni Wahyuhadi.

Menurut Emil, soal wilayah yang bisa menjadi Wuhan berlaku bagi semua daerah termasuk Sidoarjo, Gresik, dan Malang.

Petugas kesehatan beraktivitas di Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang dibangun di Kompleks Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (28/5/2020). Rumah sakit lapangan yang mempunyai daya tampung 200 orang dan bisa dimaksimalkan hingga 500 orang itu kini sudah beroperasi dan merawat pasien Covid-19. Surya/Ahmad Zaimul Haq
Petugas kesehatan beraktivitas di Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang dibangun di Kompleks Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (28/5/2020). Rumah sakit lapangan yang mempunyai daya tampung 200 orang dan bisa dimaksimalkan hingga 500 orang itu kini sudah beroperasi dan merawat pasien Covid-19. Surya/Ahmad Zaimul Haq (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Baca: Komentar Rektor Unair Saat RS Universitas Airlangga Disebut Kewalahan Hadapi Pasien Corona

"Saya rasa ini berlaku untuk semua, jadi bukan hanya Surabaya saja, tetapi di Sidoarjo, Gresik, dan Malang."

"Cuma memang pada saat kita evaluasi kondisi Surabaya, Sidoarjo dan gresik berbeda," ujar Emil.

Menurutnya, kondisi epidemiologi di Gresik memberikan opsi untuk memperpanjang PSBB meski ada perkembangan yang cukup baik soal pasien PDP dan ODP.

Berbeda dengan Malang, Emil menuturkan, kondisi epidemiologinya dapat dikatakan terkendali sehingga tidak perlu melanjutkan PSBB.

Lebih lanjut, Emil pun mengingatkan agar masyarakat tidak berlega hati saat mengetahui tambahan kasus corona terjadi akibat penambahan testing.

Petugas kesehatan beraktivitas di Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang dibangun di Kompleks Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (28/5/2020). Rumah sakit lapangan yang mempunyai daya tampung 200 orang dan bisa dimaksimalkan hingga 500 orang itu kini sudah beroperasi dan merawat pasien Covid-19. Surya/Ahmad Zaimul Haq
Petugas kesehatan beraktivitas di Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang dibangun di Kompleks Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (28/5/2020). Rumah sakit lapangan yang mempunyai daya tampung 200 orang dan bisa dimaksimalkan hingga 500 orang itu kini sudah beroperasi dan merawat pasien Covid-19. Surya/Ahmad Zaimul Haq (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

Baca: Respons Pemko Surabaya Atas Cuitan Seorang Dokter Soal Buruknya Penanganan Pandemi Covid-19

"Pada saat testing mengungkap ada banyak kasus positif, ini bukan kemudian kita berlega hati, tetapi bayangkan ini seperti terminologi gunung es," paparnya.

Oleh karena itu, Emil pun tengah menyiapkan strategi khusus untuk PSBB tahap ketiga di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

"PSBB tahap ketiga ini dikembangkan konsep kampung tangguh."

"Jadi cek point ini bukan hanya di jalan arteri tetapi didesentraliasi ke lingkungan warga."

"Tujuannya supaya bisa mengefektifkan kedisiplinan warga," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Maliana)

Penulis: Inza Maliana
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas