Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Oknum Guru Ngaji Diamankan Aparat Polda Bengkulu

Dalam aksinya, lanjut Anjas Gautama, pelaku mengiming-imingi korban akan dibelikan handphone dan uang jajan.

Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Oknum Guru Ngaji Diamankan Aparat Polda Bengkulu
Kolase Tribun Bogor
Ilustrasi 

‎Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Seorang oknum guru ngaji ditangkap Polda Bengkulu, Kamis (28/5/2020) pukul 20.00 WIB di kediamannya Kelurahan Lingkar Timur Kecamatan Singgaran Pati, Kota Bengkulu.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu, AKBP Anjas Gautama mengatakan pelaku ditangkap karena diduga melakukan pencabulan pada anak dibawah umur.

"Jadi pelaku ini perantau, dia numpang tinggal di rumah saudaranya yang berada di sekitar Panorama Kota Bengkulu. Pelaku belum berkeluarga serta sehari-sehari bekerja sebagai guru ngaji di lingkungan sekitar," ucap Anjas Gautama dalam keterangannya, Jumat (29/5/2020).

Baca: Direhabilitasi, Siswi SMP Pembunuh Bocah Tunjukkan Perubahan, Rajin Ngaji dan Ubah Tema Gambar

Dalam aksinya, lanjut Anjas Gautama, pelaku mengiming-imingi korban akan dibelikan handphone dan uang jajan. Kini pelaku yang terbukti melakukan pencabulan itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rutan ‎Polda Bengkulu.

Baca: Coba Sogok Siswi Korban Pencabulan Rp 1 Miliar, Nasib Nur Hudi di Tangan BK DPRD Gresik

Pelaku dikenakan Pasal 82 juncto Pasal 76‎ E Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku melakukan aksinya seorang diri dan pelaku hanya mencabuli satu korban. Untuk memastikannyan penyidik bakal melakukan pengembangan.

Baca: Bunuh Balita, Siswi SMP di Sawah Besar Ini Ternyata Korban Pencabulan, Kini Hamil 14 Minggu

"Kami masih melakukan penyelidikan dan memeriksa para saksi apakah benar korbannya hanya satu atau ada korban lain," tegasnya.

‎Terpisah Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Sudarno mengimbau seluruh orang tua yang mempunyai anak dibawah umur agar berhati-hati dan mengawasi anak-anaknya.

"‎Orang tua harus mengawasi anak-anaknya di lingkungan sekitar, sekolah, tempat ibadah dan lainnnya karena di luar sana masih banyak pelaku yang mengincar anak-anak," tambah Sudarno.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas