Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gandeng Kemenhub, UI Bantu Siapkan Kebijakan di Sektor Transportasi Jelang New Normal

Kemungkinan besar sektor jasa angkutan udara Indonesia, menurut Gamal, akan mengalami pemulihan bertahap hingga 2021

Gandeng Kemenhub, UI Bantu Siapkan Kebijakan di Sektor Transportasi Jelang New Normal
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
New Normal - Sejumlah warga mulai terlihat medatangi Kota Lama Semarang untuk sekedar jalan- jalan dan berswa foto berlatar bangunan peninggalan zaman Belanda, Sabtu (30/05/20). Untuk menjaga keamanan bersama, pengunjung menerapkan social distancing dan di kawasan Kota Lama juga di sediakan tempat pencuci tangan untuk meminimalisir resiko penularan covid-19.(Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu dari enpat universitas negeri yang melakukan kerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam bidang transportasi publik jelang normal baru (new normal) yang akan dihadapi Indonesia pasca pandemi.

UI dalam kerja sama dengan Kemenhub ini, mendapatkan tanggung jawab menyiapkan lima kajian, yaitu: Standar Kesehatan Pada Sarana dan Prasarana Transportasi Udara, Perubahan Perilaku Masyarakat Pengguna Jasa Angkutan Udara, Evaluasi Efektivitas Peraturan Sektor Penerbangan, Resiliensi Kinerja Sektor Penerbangan, serta Model dan Strategi Pemulihan Bisnis Penerbangan.

Melalui keterangan tertulis yang diterima, Rabu (3/6/2020), penandatanganan kerja sama ini dilakukan melalui aplikasi Zoon dalam seminar bertajuk “Kolaborasi Merespon Dampak Pandemi Covid-19 dan Strategi Recovery Pada Tatanan Kehidupan Normal Baru di Sektor Transportasi”.

Rektor UI Prof Ari Kuncoro mengatakan ada kecenderungan perubahan kebijakan publik yang dilakukan pemerintah dari kebijakan yang berfokus pada pencegahan dan penularan Covid-19, menjadi kebijakan yang berfokus pada penanganan dampak ekonomi pasca pandemi.

Baca: Status Hukum Kasus Suap THR Pejabat Kemendikbud Masih Tahap Penyelidikan

Baca: Cerita Sekawanan Monyet Terapkan Physical Distancing Saat Diberi Makan

“Kemenhub dalam hal ini dapat menjadi pelopor kenormalan baru, terutama dalam merubah pola kebiasaan masyarakat dalam melakukan penerbangan. Regulasi standar kesehatan penerbangan perlu dikeluarkan, seperti penggunaan masker, physical distancing, serta regulasi untuk ke WC di dalam pesawat,” ujar Ari, Rabu (3/6/2020).

Sementara itu, Prof Abdul Haris selaku Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi yang memimpin konsorsium kerja sama antara UI dan Kemenhub menyampaikan, bentuk nyata dari kerja sama ini adalah policy brief dari masing-masing kelompok ahli UI yang akan menjadi pertimbangan Kemenhub dalam mengeluarkan kebijakan publik.

"Ini adalah sebagian kecil dari upaya UI untuk berkontribusi terhadap pengambilan keputusan nasional, yang sangat dibutuhkan oleh para pemimpin bangsa," kata Abdul.

Dalam seminar tersebut, tim gabungan ahli UI yang diwakili oleh Ahmad Gamal (Direktur Inovasi UI) membawakan hasil penelitian tim gabungan yang berjudul “ Menyelamatkan Industri Penerbangan: Antisipasi Dampak, Prediksi Perubahan, & Butir Rekomendasi Kebijakan Selama dan Pasca Pandemi Covid-19”.

“Bila dulu melakukan perjalanan dengan pesawat terbang dianggap sebagai sesuatu yang cepat, rasional, aman, memudahkan, serta bergaya, maka pasca pandemi, perjalanan melalui pesawat akan dianggap sesuatu yang tidak aman, diasosiasikan dengan potensi persebaran virus, sehingga hanya akan dilakukan dalam keadaan mendesak," kata Gamal.

Pemerintah dan pebisnis penerbangan, dikatakan Gamal, perlu mempertimbangkan perubahan persepsi ini dalam upaya menyelamatkan sektor jasa angkutan udara nasional.

Kemungkinan besar sektor jasa angkutan udara Indonesia, menurut Gamal, akan mengalami pemulihan bertahap hingga 2021 dalam bentuk kurva U-Panjang. Tahap pemulihan ini akan berlangsung selama 12-18 bulan dengan asumsi penyelesaian pandemic Covid-19 berlangsung lambat.

"Asumsi ini diambil mengingat penurunan jumlah kasus baru dan kematian berkaitan dengan COVID-19 membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Oleh karena itu, pemerintah akan berhati-hati dan secara bertahap membuka perbatasan internasional dan membuka kembali keran transportasi udara," ujar Gamal.

Di tengah kondisi ini, UI merekomendasikan beberapa hal terkait sektor penerbangan.

Rekomendasi tersebut di antaranya: kolaborasi antar pemangku kepentingan penerbangan dalam melaksanakan penerapan standar kesehatan penerbangan, penerapan standar kesehatan terperinci sebelum dan selama di pesawat, serta sosialisasi peraturan kelayakan terbang kepada seluruh calon penumpang melalui media cetak dan daring.

Penulis: Reza Deni
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas