Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga di Ambon Tolak Rapid Test, Lakukan Demo hingga Blokade Jalan Kampung

Warga di Kota Ambon, Maluku melakukan demo lantaran menolak pelaksanaan rapid test.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Irsan Yamananda
zoom-in Warga di Ambon Tolak Rapid Test, Lakukan Demo hingga Blokade Jalan Kampung
KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY
Warga di kawasan Pohon Mangga, Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon mengelar aksi demo menolak kedatangan tim medis dan gugus tugas Covid-19 yang akan melakukan raoid test terhadap warga di kawasan tersebut, Sabtu siang (20/6/2020) 

TRIBUNNEWS.COM - Warga di Kota Ambon, Maluku melakukan demo lantaran menolak pelaksanaan rapid test.

Mereka menolak rapid test karena merasa sehat.

Tak hanya demo, warga juga memblokade jalan masuk menuju kampung.

Aksi tersebut terjadi di kawasan Pohon Mangga, Air Salabor, Kecamatan Nusaniwe, Ambon.

Sebelumnya tim medis hendak melakukan rapid test kepada warga di kawasan tersebut yang diduga terpapar virus corona.

Kendati demikian, warga dengan tegas menolaknya.

 Hasil Rapid Test Pria NTT Malah Reaktif Hamil, Keluarga Geram Petugas Tak Ungkap Penyebab Kesalahan

 Hasil Rapid Testnya Reaktif Hamil, Keluarga Pria di NTT Datangi Tempat Karantina Sambil Marah-marah

Warga di kawasan Pohon Mangga, Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon mengelar aksi demo menolak kedatangan tim medis dan gugus tugas Covid-19 yang akan melakukan raoid test terhadap warga di kawasan tersebut, Sabtu siang (20/6/2020).(KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY)
Warga di kawasan Pohon Mangga, Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon mengelar aksi demo menolak kedatangan tim medis dan gugus tugas Covid-19 yang akan melakukan raoid test terhadap warga di kawasan tersebut, Sabtu siang (20/6/2020).(KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY) 

Mereka pun memblokade jalan menuju kampungnya, Sabtu (20/6/2020).

Rekomendasi Untuk Anda

Diwartakan Kompas.com, sejumlah warga beramai-ramai menutup jalan masuk menggunakan tumpukan kayu, bangku serta seng.

Mereka turut menuliskan penolakan dalam sejumlah kertas pamflet.

Tim medis sudah berusaha melakukan negoisasi dengan warga setempat.

HALAMAN SELANJUTNYA =============>

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas