Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tangisan Dokter Ahli Petir ITB Penemu Ventilator Rp 18 Juta: Sofa Hitam Jadi Teman Setia

Terselip tangisan dan cibiran di balik suksesnya Syarif Hidayat, dokter ahli petir pencipta ventilator seharga Rp 18 juta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Tangisan Dokter Ahli Petir ITB Penemu Ventilator Rp 18 Juta: Sofa Hitam Jadi Teman Setia
KOMPAS.com/RENI SUSANTI
Pencipta Vent-I, Syarif Hidayat (kemeja putih) tengah melihat proses pengerjaan ventilator portable. 

TRIBUNJAKARTA.COM, BANDUNG - Terselip tangisan dan cibiran di balik suksesnya Syarif Hidayat, dokter ahli petir pencipta ventilator seharga Rp 18 juta.

Apa yang dilakukan oleh dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) itu dianggap sebagai mission impossible alias mustahil oleh banyak orang.

Tapi siapa yang menyangka, Vent-I, portabel ciptaannya dalam waktu dekat akan diproduksi massal oleh perusahaan multinasional asal Jepang.

“Ini momen membahagiakan buat saya,” ujar Syarif.

Tapi, tak ada orang tahu selama proses sampai Vent-I jadi seperti sekarang ini, Syarif harus menguras air mata hingga 'pengasingan.'

 Wali Kota Airin Merinding, Tangsel Dapat Bantuan Alat PCR Hingga Ventilator Buatan Dalam Negeri

Bermula ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan work from home untuk menekan penyebaran pandemi Covid-19.

Aktivitas perkuliahaan di kampusnya terdampak. ITB pun memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Rekomendasi Untuk Anda

Kebijakan itu berimbas pada aktivitas di Masjid Salman ITB yang harus menutup segala kegiatan sementara waktu selama masih pandemi.

Syarif Hidayat, Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) saat uji coba purwarupa produk ventilator darurat yang diberi nama Vent-I (Ventilator Indonesia).
Syarif Hidayat, Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) saat uji coba purwarupa produk ventilator darurat yang diberi nama Vent-I (Ventilator Indonesia). (Dok Laman ITB/Pribadi)

Satu hari sepulang rapat dari Salman ITB, Syarif bertemu dengan alumni yang masuk ke dalam tim Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam penanganan Covid-19.

“Pak bisa bikin sprayer?" tanya alumni tersebut seperti ditirukan Syarif. Ia langsung mengiyakannya.

Bagaimana jatuh bangunnya Syarif membuat Vent-I? Ia mengaku asingkan diri dan tidur 4 jam sehari di sofa masjid

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas