Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jenazah PDP Corona Diambil Paksa di Makassar hingga Ricuh, 2 Orang Diamankan, Akhirnya Ikhlas

Pengambilan paksa jenazah tersebut menyebabkan kericuhan di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar hingga akhirnya keluarga ikhlas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Ifa Nabila
zoom-in Jenazah PDP Corona Diambil Paksa di Makassar hingga Ricuh, 2 Orang Diamankan, Akhirnya Ikhlas
NST
ilustrasi jenazah 

TRIBUNNEWS.COM - Jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) corona diambil paksa di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/7/2020) dini hari.

Pengambilan paksa jenazah tersebut menyebabkan kericuhan di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar.

Awalnya, pihak keluarga pasien memaksa untuk mengambil jenazah pria 55 tahun.

Mereka menolak keluarganya dimakamkan dengan protokol keamananan Covid-19.

Baca: Kementan: Kita Tidak Overclaim, tapi Secara Laboratorium Kalung Ini Berpotensi Membunuh Virus Corona

Baca: Soal Kalung Anticorona, Dokter: Penelitian Eucalyptus Sebagai Penangkal Covid-19 Masih Jauh

Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Supriady Idrus mengatakan insiden itu bermula ketika para keluarga mempertanyakan bukti swab almarhum.

Namun upaya keluarga untuk mengambil paksa jenazah digagalkan polisi.

"Intinya dia (keluarga) mau ditunjukkan hasilnya negatif atau positif, jadi dia mau ambil tapi tidak bisa karena PDP," kata Supriady saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (6/7/2020).

Rekomendasi Untuk Anda

Supriady mengatakan, awalnya ada 2 dari pihak keluarga jenazah yang diamankan polisi karena diduga sebagai provokator keributan di rumah sakit tersebut.

Namun setelah diperiksa, kedua warga tersebut dilepas lantaran merasa ikhlas atas kematian keluarganya.

"Ini yang diamankan dua orang keluarganya tidak jadi diambil (ditahan) cuma dikasi pengertian. Mereka sudah ikhlas juga. Yang diprovokasi kan terlambat datang," imbuh Supriady.

Setelah melalui perdebatan panjang, kata Supriady, keluarga akhirnya menerima jenazah pasien PDP itu dimakamkan melalui prosedur pemakaman Covid-19.

Jenazah itu, kata Supriady lalu dimakamkan di pekuburan Macanda yang berada di Kabupaten Gowa.

"Keluarganya sudah tidak ada masalah. Jadi dia dimakamkan dengan protokol Covid-19," tutup dia. (Kompas.com/Himawan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengambilan Paksa Jenazah PDP di Makassar Berakhir Ricuh, 2 Orang Sempat Diamankan"

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas