Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Data Lengkap Wilayah yang Ikut Rasakan Gempa di Jepara, Kota Surabaya dan Malang Masuk Daftar

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pagi ini, Selasa (7/7/2020) melaporkan telah terjadi gempa bumi tektonik di wilayah Laut Jawa.

Data Lengkap Wilayah yang Ikut Rasakan Gempa di Jepara, Kota Surabaya dan Malang Masuk Daftar
https://twitter.com/infoBMKG
Daftar wilayah yang merasakan gempa Jepara, Selasa (7/7/2020), Surabaya dan Malang juga ikut terguncang. 

- Garut,

- Boyolali,

- Krui,

- Sekincau,

- Semaka,

- Pekalongan,

- Banyumas,

 - Wonosobo,

- Magelang,

- Purbalingga, dan

- Gianyar.

Rahmat menjelaskan pihaknya hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," imbuhnya.

Ia juga melaporkan dari hasil monitoring BMKG hingga pukul 06.50 WIB, belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock ).

Oleh karena itu, Rahmat meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa."

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah."

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website BMKG atau melalui Mobile Apps IOS dan Android," tandas Rahmat.

Baca: Info BMKG: Gempa Bumi M 6,1 Guncang Jepara Selasa (7/7/2020) Pagi, Tak Berpotensi Tsunami

Mengenal Skala MMI

Dikutip dari bmkg.go.id, Modified Mercalli Intensity (MMI) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada 1902.

Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Oleh itu skala Mercalli adalah sangat subjektif dan kurang tepat dibanding dengan perhitungan magnitudo gempa yang lain. Oleh karena itu, saat ini penggunaan Skala Richter lebih luas digunakan untuk untuk mengukur kekuatan gempa bumi.

Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi, pada 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan terutama apabila tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian.

I MMI
Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang

II MMI
Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI
Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

IV MMI
Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI
Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI
Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan

VII MMI
Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

Baca: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Selasa 7 Juli, Waspada Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Skala MMI (Modified Mercalli Intensity).(Bmkg.go.id)
Skala MMI (Modified Mercalli Intensity).(Bmkg.go.id) (Bmkg.go.id)

VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI
Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI
Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI
Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara.

(Tribunnews.com/Endra Kurniawan)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas