Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Diduga Jadi Penjamin Pengambilan Jenazah Covid-19 di RS, Polisi Segera Periksa Anggota DPRD Makassar

Tidak menutup kemungkinan setelah pemeriksaan dr Ardin dan Andi Hadi, Polrestabes Makassar akan menetapkan tersangka.

Diduga Jadi Penjamin Pengambilan Jenazah Covid-19 di RS, Polisi Segera Periksa Anggota DPRD Makassar
Kompas TV
Ilustrasi: Ratusan orang tiba-tiba datang mengambil paksa jenazah yang berstatus PDP di Makassar. 

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Penyidik Satuan Reskrim Polrestabes Makassar segera memanggil mantan Direktur Utama RS Daya Makassar dr Ardin Sani dan anggota DPRD Makassar Andi Hadi Ibrahim Baso terkait kasus pengambilan jenazah Covid-19 di RS Daya Makassar belum lama ini.

Sebelumnya Satuan Reskrim Polrestabes Makassar telah memeriksa 11 orang saksi terkait peristiwa ini.

Kepala Satreskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khaerul menyebutkan, pemeriksaan kepada dr Ardin Sani akan berlangsung pada Kamis (9/7/2020) mendatang.

"Ada juga beberapa perawat yang kita akan periksa dan istri almarhum. Lalu kami analisa kasusnya. Minggu depan, rencana kita akan periksa oknum anggota DPRD kota yang diduga menjamin jenazah itu," ucap Agus, Senin (6/7/2020).

Tidak menutup kemungkinan setelah pemeriksaan dr Ardin dan Andi Hadi, pihaknya akan menetapkan tersangka.

Baca: Hindari Tindak Anarkis, Polisi Biarkan Puluhan Orang Jemput Paksa Jenazah PDP Covid-19 dari RS

Baca: Pengambilan Paksa Jenazah PDP di Makassar Berakhir Ricuh, 2 Orang Diamankan, Ini Kata Polisi

"Yang jelas kita fokus ke ada atau tidaknya unsur pidana. Hasil pemeriksaan saksi ini, kita simpulkan siapa yang terlibat dan jadi tersangka," jelas Agus.

Dalam perkara itu, polisi menggunakan landasan hukum Undang-undang nomor 6 tahun 2018 tentang karantina kesehatan.

"Karena kita sekarang statusnya darurat kesehatan. Termasuk KUHP ada pasal 335, ada pasal 216, itu yang sementara kami gunakan. Macam-macam hukumannya, ada yang 1,5 tahun hingga 7 tahun penjara," papar Agus.

Selain memeriksa sejumlah saksi, polisi juga telah mengumpulkan barang bukti lainnya.

Baca: Polisi - TNI Gagalkan Upaya Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di RS Faisal Kota Makassar

Baca: Seorang Warga Terkonfirmasi Covid-19 Sebulan Setelah Bawa Paksa Jenazah PDP dari RS Walisongo

Termasuk memeriksa rekaman CCTV dan juga surat pernyataaan oknum anggota DPRD Makassar sebagai penjamin jenazah.

Sebelumnya, polisi memeriksa 11 saksi terdiri dari tenaga medis, warga dan juga personel polisi yang bertugas saat kejadian.

Keluarga dan Kerabat Mengambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19
Keluarga dan Kerabat Mengambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 (Kontributor TribunAmbon.com/Fandy)

Kasus itu diusut polisi karena RS Daya Makassar mengeluarkan jenazah pasien Covid-19 dan menyerahkannya kepada pihak keluarga untuk dimakamkan tanpa melalui protokol kesehatan.

Jenazah itu diserahkan setelah adanya jaminan dari Legislator PKS Makassar tersebut.

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Polisi Segera Panggil Mantan Dirut RS Daya Makassar dan Legislator Andi Hadi Ibrahim

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Timur
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas