Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Genangan Air Masih Terjadi Pascabanjir Kabupaten Konawe

Pantuan BPBD setempat mencatat tinggi genangan air bervariasi hingga 2,3 meter, atau terjadi penurunan 10 cm.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Genangan Air Masih Terjadi Pascabanjir Kabupaten Konawe
istimewa
Genangan air pascabanjir di Konawe, Sulawesi Tenggara 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pusat Pengendali Operasi BNPB masih memonitor genangan banjir di wilayah pemukiman Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara hingga Selasa sore (21/7).

Pantuan BPBD setempat mencatat tinggi genangan air bervariasi hingga 2,3 meter, atau terjadi penurunan 10 cm.

Meskipun terjadi genangan di pemukiman, hasil pantauan di Bendung Wawotobi menunjukkan status normal. Hingga kini (21/7), sebanyak 1.154 KK atau 4.046 jiwa masih mengungsi.

Pemerintah daerah telah mendistribusikan bantuan obat-obatan dan pelayanan dasar para penyintas. Pusdalops BNPB mendapatkan informasi kebutuhan mendesak antara lain, air mineral, makanan balita, selimut, obat-obatan, pakaian dan pakaian dalam dewasa dan balita, sarung, tikar, permakanan, dan kelambu.

Baca: Empat Jenazah Perempuan Korban Banjir Bandang Luwu Utara Belum Bisa Diindentifikasi

Banjir yang terjadi pada Rabu lalu (15/7), pukul 05.15 waktu setempat, mengakibatkan sejumlah kecamatan terdampak.

BPBD Kabupaten Konawe mendata 13 kecamatan tergenang, ribuan rumah dan sawah terendam. Banjir juga mengakibatkan 3 jembatan terputus.

Baca: Banjir Bandang Genangi India dan Nepal: 189 Orang Tewas dan 4 Juta Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Ketiga belas kecamatan terdampak yakni Pondidaha, Wonggeduku, Lambuya, Tongauna Utara, Abuki, Bondoala, Puriala, Tongauna, Pandangguni, Anggaberi, Routa, Anggotoa, dan Morosi. Sedangkan dampak kerusakan lain, banjir juga mengakibatkan 1.981 rumah dan 17.800 hektar sawah terendam serta 94 unit sarana umum lain terdampak.

Rekomendasi Untuk Anda

Fenomena kejadian hidrometeorologi ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi selama 7 hari dan mengakibatkan debit sungai Konaweha meluap.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas