Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Pemkab Wonogiri Tarik Dokter dan Perawat dari RS Swasta

Pelayanan kesehatan di rumah sakit tidak bisa berhenti lantaran banyaknya pasien yang masih dirawat di rumah sakit.

Pemkab Wonogiri Tarik Dokter dan Perawat dari RS Swasta
freepik
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNNEWS.COM, WONOGIRI - Pemerintah Kabupaten Wonogiri menarik dokter dan perawat di rumah sakit swasta menyusul 29 tenaga kesehatan RSUD dr. Soediran Mangun Soemarso Wonogiri dinyatakan positif Covid-19.

"Kami tarik SDM-SDM(dokter dan perawat) yang selama ini fokus di rumah sakit-rumah sakit swasta. Kami tarik mereka untuk memperkuat fungsi pelayanan kesehatan milik pemerintah," ujar Bupati Wonogiri, Joko Sutopo yang akrab disapa Jekek, kepada Kompas.com, Jumat (24/7/2020).

Ditariknya tenaga kesehatan dari rumah sakit swasta agar pelayanan kesehatan RSUD dr. Soediran Mangun Soemarso tetap berjalan seperti biasa.

Menurut Jekek, pelayanan kesehatan di rumah sakit tidak bisa berhenti lantaran banyaknya pasien yang masih dirawat di rumah sakit.

Untuk itu pelayanan kesehatan akan tetap berjalan dengan didukung tenaga kesehatan dari rumah sakit lain.

Baca: 6 Resep Bumbu Sate Kambing Spesial Idul Adha 2020, Mulai Sate Kambing Wonogiri hingga Winong

Selain itu akan dilakukan pemetaan SDM untuk penjadwalan baru nakes. Jekek mengatakan sebanyak 29 tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soediran Mangun Soemarso Wonogiri dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 setelah berkontak erat dengan pasien corona dari klaster Pondok Sempon.

“Hasil uji PCR 46 tenaga kesehatan di RSUD Wonogiri menyebutkan 29 dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Tenaga kesehatan rumah sakit yang positif Covid-19 terkolerasi berkontak erat dengan klaster Pondok Sempon,” kata Jekek.

Jekek mengatakan 46 tenaga kesehatan rumah sakit diuji swab lantaran memiliki kontak erat dengan dua tenaga kesehatan yang terpapar corona lebih dahulu.

Hasil penelusuran Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, dua tenaga kesehatan tersebut memiliki kontak erat dengan pengasuh Pondok Pesantren Sempon yang dinyatakan positif Covid-19.

Baca: Cara Istana Cegah Penularan Covid-19 di Sekitar Presiden

Terhadap fakta itu, Pemkab Wonogiri menerapkan opsi pengkarantinaan khusus tenaga kesehatan RSUD Wonogiri yang positif terpapar Covid-19.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas