Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Persiapan Penyaluran Bansos Tunai Gelombang II Dimulai

Dirjen PFM menyampaikan untuk jangka waktu BST Gelombang II dilaksanakan mulai Juli sampai dengan Desember 2020

Persiapan Penyaluran Bansos Tunai Gelombang II Dimulai
WARTAKOTA/Nur Ichsan
BANSOS SEMBAKO - Saychri (bertopi), Ketua RT 08/04 Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, sedang bersiap untuk menyalurkan bantuan sosial lanjutan dari presiden RI berupa sembako kepada 76 orang warganya yang berhak menerimanya, Selasa (7/7/2020). Saychri berharap bantuan ini bisa meringankan beban warganya yang kesulitan ekonomi akibat terdampak Covid-19. (WARTAKOTA/Nur Ichsan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) gelombang I telah selesai dilaksanakan, selanjutnya Ditjen PFM bersiap menyalurkan BST gelombang II.

Ditjen PFM berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi dan Dinas Sosial Kabupaten/Kota untuk proses penyaluran BST tersebut.

Koordinasi Ditjen PFM dengan Dinsos dilakukan melalui zoom meeting yang dipimpin langsung oleh Dirjen PFM, Asep Sasa Purnama (Selasa, 04/8)

Dirjen PFM menyampaikan untuk jangka waktu BST Gelombang II dilaksanakan mulai Juli sampai dengan Desember 2020.

Untuk BST yang dimulai gelombang II, terdapat penyesuaian indeks bantuannya menjadi Rp300.000 per bulan per KPM.

“Untuk gelombang II diharapkan dapat berjalan dengan lancar. Sesuai pesan pak Menteri agar KPM dapat segera mendapatkan BST. Ditargetkan penyaluran terakhir BST ditargetkan dapat selesai di bulan November,” jelas Dirjen PFM.

Baca: KRONOLOGI Perempuan Hamil Tua Tewas Dibunuh Tamu Tengan Malam, Suaminya Kalah saat Berduel

Selama penyaluran BST Gelombang I terdapat beberapa kendala dalam proses penyalurannya.

Dalam paparannya, Dirjen PFM menjelaskan beberapa kendala dalam proses penyaluran BST diantaranya, terdapat  penundaan penyaluran BST oleh daerah sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

Selain itu adanya usulan KPM BST yang beririsan dengan KPM Program Sembako atau PKH.

“Ada juga terkait BST yang beririsan dengan BLT Dana Desa.

"Dalam hal ini, penggantian penerima manfaat apabila ganda dengan BLT Dana Desa maka yang dilakukan penggantian penerima manfaat Dana Desa karena proses penggantian penerima manfaat BST harus melalui DTKS yang prosesnya lebih lama dibanding BLT Dana Desa yang dilakukan dengan musyawarah desa/kelurahan, “ jelas Dirjen PFM.

Meskipun demikian, realisasi penyaluran BST Gelombang I sudah hampir memenuhi target. Realisasi BST di Wilayah I sudah mencapai 97,98% dengan jumlah 3.441.321 KPM.

Sedangkan untuk Wilayah II mencapai realisasi tertinggi sebesar 98,62% dengan jumlah 2.986.655 KPM, dan untuk Wilayah III mencapai 97,01% dengan jumlah 2.385.819 KPM.

Atas realisasi tersebut, Dirjen PFM juga mengapresiasi Dinsos Provinsi dan Dinsos Kabupaten/Kota. Keberhasilan realisasi tersebut tidak terlepas dari dukungan daerah sehingga penyaluran BST ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat serta membantu kebutuhan dasar bagi keluarga fakir miskin dan rentan.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas