Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Erupsi Gunung Sinabung

Erupsi Gunung Sinabung Sebabkan Tanaman Pertanian Warga Mati

Keempat daerah tersebut masuk dalam Kecamatan Naman Teran dan termasuk juga dua kecamatan yang lain

Erupsi Gunung Sinabung Sebabkan Tanaman Pertanian Warga Mati
Maurits Pardosi/Tribun Medan
ERUPSI besar Gunung Sinabung yang terjadi Sabtu (8/8/2020) sekitar pukul 18.00 WIB. 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Erupsi Gunung Sinabung terjadi setelah gunung tersebut beberapa bulan terdengar tak aktif.

Erupsi tersebut menghasilkan debu vulkanik menjadikan masyarakat sekitar kaki Gunung Sinabung, khususnya desa Sukandebi, Sukanalu Teran, Naman Teran, dan Suka Tepu terdampak.

Keempat daerah tersebut masuk dalam Kecamatan Naman Teran dan termasuk juga dua kecamatan yang lain

"Selain Kecamatan Naman Teran, ada juga dua kecamatan lagi yang terdampak erupsi Gunung Sinabung tersebut, yakni Kecamatan Berastagi, khusus daerah kota dan Kecamatan Dogum Siroga," ujar Anto, pemerhati Gunung Sinabung sekaligus pengabadi momen erupsi Gunung Sinabung yang berdomisili di desa Tiga Pancur, Kecamatan Simpang Empat.

Baca: Gunung Sinabung Muntahkan Abu Vulkanik Kurang Lebih 2.000 Meter

Dari penuturannya, debu vulkanik mampu merontokkan daun tanaman dan membuat daun tanaman terbakar akibat sulfur yang berlebihan menyelimuti tanaman.

"Itu kan ada sulfur yang dikeluarkan oleh Gunung Sinabung saat erupsi. Kalaupun dibasahi hujan pagi hari tetap juga daun tanaman terbakar," sambungnya.

Terlihat sepanjang perladangan yang berada dekat jalanan sekitar daerah paparan erupsi diselimuti abu vulkanik yang membuat daun tanaman memutih.

Tetapi Dengan adanya abu vulkanik tersebut, kesuburan tanah menjadi meningkat.

"Dengan debu vulkanik yang sudah beberapa kali terjadi membuat tanah menjadi lebih subur walau itu butuh waktu yang agak lama, kira-kira setahunanlah," sambungnya.

Baca: Banjir Lahar Hujan di Gunung Sinabung, Jalan Penghubung Kabanjahe dan Kuta Buluh Terputus

Bukan hanya Anto, Idawati Sembiring (40) warga Desa Naman Teran Kecamatan Medan Teran juga menyampaikan hal sama.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas