Jalan Tol Ruas Sigli-Banda Aceh Jadi Land Mark Baru di Provinsi Aceh
Jalan tol seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 14km yang merupakan bagian tol Banda Aceh-Sigli, sepanjang 74 kilometer
Editor:
Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Presiden Joko Widodo meresmikan ruas jalan Tol Blang Bintang, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (25/8/2020).
Jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh Seksi 4 ini menjadi tol pertama di Aceh. Jokowi dalam peresmian itu memuji proses pembebasan lahan di Aceh yang sangat cepat, sehingga jalan tol bisa dibangun tanpa kendala.
"Jalan tol Banda Aceh-Sigli sepanjang 74 km ini merupakan jalan tol pertama di Provinsi Aceh," kata Jokowi disambut tepuk tangan hadirin di acara peresmian. Tol Blang Bintang ini akan menjadi bagian dari tol Trans Sumatera yang membentang dari Aceh hingga Lampung.
Dilansir dari Serambi Indonesia, dalam pembangunannya, Hutama Karya selaku owner JTTS ruas Sigli-Banda Aceh berkolaborasi dengan PT Adhi Karya Tbk (Persero) selaku kontraktor.
Baca: Dua Bangunan SD di Sleman Terdampak Pembangunan Jalan Tol Bawen-Yogyakarta, Bagaimana Nasib Sekolah?
Dalam penjelasan tertulis, Adhi Karya mengungkap hingga Agustus 2020, progres dari seluruh pekerjaan konstruksi telah mencapai 49,6 persen.
Rinciannnya adalah :
1. Progres Konstruksi Seksi 1 Padang Tiji-Seulimeum sepanjang 25km mencapai 19,2%
2. Progres Konstruksi Seksi 2 Seulimeum-Jantho sepanjang 6km mencapai 40,5%
3. Progres Konstruksi Seksi 3 Jantho-Indrapuri sepanjang 16km mencapai 65%
4. Progres Konstruksi Seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 14km mencapai 100%
5. Progres Konstruksi Seksi 5 Blang Bintang-Kota Baru sepanjang 8km mencapai 15,1%
6. Progres Konstruksi Seksi 6 Kota Baru-Baitussalam sepanjang 5,2km mencapai 32,7%
Pengerjaan jalan tol Sigli-Banda Aceh ini menggunakan implementasi program BIM (Building Information Modelling) dalam perencanaan dan desain proyek, serta mengganti pengecoran concrete barrier yang bersifat konvensional.
Selama proses pembangunannya, ADHI mempertimbangkan rute terbaik yang memberi manfaat pada jalur yang dilalui, tanpa mengorbankan lahan-lahan produktif.
Baca: Presiden Meminta RSUD di Aceh yang Kurang Peralatan Medis Lapor Gubernur
Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melestarikan keadaan sekitar, sambil turut membuka potensi baru untuk pemerataan pembangunan dan percepatan tumbuhnya sumber ekonomi baru di sekitar jalur proyek.
Tol Sigli-Banda Aceh merupakan tol pertama di wilayah Banda Aceh yang kehadirannya diyakini akan membawa dampak positif, salah satunya mempersingkat waktu tempuh perjalanan yang semula memakan waktu hingga 3 jam perjalanan, kini hanya menjadi 1 jam perjalanan.
Hal ini juga memicu perkembangan ekonomi masyarakat sekitar, karena kini aksesibilitas semakin mudah. Selain itu, meminimalisir beban biaya untuk proses distibusi dan transportasi dari pertukaran barang dan jasa warga.
Budi Harto, Direktur Utama Hutama Karya mengatakan, jika terhubung, Tol Sigli-Banda Aceh mulai dari seksi 1 (Padang-Tiji) hingga seksi 6 (Kuta Baro-Baitussalam) dapat menampung volume kendaraan sebanyak kurang lebih 3.000 kendaraan setiap harinya.
Selain itu, total akses penghubung tol ini terdiri dari enam Simpang Susun (SS), tujuh Gerbang Tol (GT) serta dua pasang TIP.
"Dengan rampungnya seksi 4 ini, diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dari Banda Aceh ke Sigli, pun sebaliknya dari Sigli-Indrapuri ke Bandara Udara Internasional Sultan Iskandar Muda yang berada di Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar," katanya. (Sembi/Kompas.com/*)
Baca tanpa iklan