Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pemuda di Semarang Hajar Kakek 60 Tahun, Ternyata Ingin Balaskan Dendam Teman tapi Salah Sasaran

Pemuda bernama Dohan Kamaludin alias Arab (22) menghajar lansia bernama Mbah Hasyim (60).

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Ifa Nabila
zoom-in Pemuda di Semarang Hajar Kakek 60 Tahun, Ternyata Ingin Balaskan Dendam Teman tapi Salah Sasaran
YouTube TribunJateng.com
Pemuda bernama Dohan Kamaludin alias Arab (22) menghajar lansia bernama Mbah Hasyim (60). 

TRIBUNNEWS.COM - Pemuda bernama Dohan Kamaludin alias Arab (22) menghajar lansia bernama Mbah Hasyim (60).

Arab membela diri bahwa penganiayaan itu bukanlah kesengajaan.

"Saya semakin emosi sebab Mbah Hasyim memukul terlebih dahulu," katanya kepada Tribunjateng.com, Selasa (8/9/2020).

Ia menyebut Mbah Hasyim bukanlah orang yang ia cari.

Saat itu, Arab mencari orang yang bernama Cak Iwan.

Baca: Fakta Suami Cangkul Wajah Istri, Berubah Sikap Seminggu Terakhir hingga Tak Kenali Istrinya

Alasannya mencari cak Iwan yakni ingin membalas dendam.

"Cak Iwan dulu pernah hajar teman saya, setelah itu kami cari orang itu untuk balas dendam," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Arab menjelaskan, sebelum mendatangi Cak Iwan ia terlebih dahulu mabuk bersama dengan dua orang temannya yang lain di Jalan Gendingan Semarang.

Saat mabuk itulah, ia dicurhati seorang temannya yang pernah dihajar Cak Iwan.

Ia pun langsung mengajak temannya untuk mencarinya untuk menuntaskan dendam tersebut.

Sepengetahuan teman tersangka, orang yang dicari pernah tinggal mengontrak di tanah kosong di Jalan Pemuda Semarang.

Diketahui tanah tersebut dijaga oleh Mbah Hasyim.

Baca: Satpam Perumahan di Padang Bunuh Paman dan Keponakan, Motif Sakit Hati Sering Diejek Korban

"Saya tidak kenal siapa itu Mbah Hasyim, saya cari cak Iwan, musuh teman saya.

"Cuma ketika sampai di lokasi saya tanya ke Mbah Hasyim responnya memang tidak enak," jelasnya.

Arab mengakui, ketika bertemu dengan Hasyim lantaran mabuk berat setelah mengkonsumsi lima botol congnyang.

Ketika sampai di Mbah Hasyim, pelaku gedor-gedor pintu rumah miliknya.

Mbah Hasyim saat itu sedang tiduran sambil menonton televisi.

Arab bertanya ke Mbah Hasyim di mana posisi Cak Iwan.

Lantaran tidak bertemu dengan yang dicari, ia menduga Mbah Hasyim menyembunyikannya.

Namun Mbah Hasyim bersikeras tidak tahu dan sempat mendorong korban.

Selepas didorong itulah, Arab mengaku Mbah Hasyim sempat memukulnya sebanyak satu kali di pelipis mata kiri.

"Itulah yang bikin saya makin emosi menghajar korban," jelasnya.

Arab menuturkan, melayangkan pukulan berkali-kali dengan tangan kosong.

Pada saat itu ia memang kalap mata dan dipengaruhi minuman keras.

"Saya yang menghajar sendiri, teman saya tidak ikut-ikutan," terangnya.

Anak Mbah Hasyim, Agus (36) membantah pernyataan dari tersangka Arab.

Pasalnya keterangan langsung dari Bapaknya, sewaktu kejadian ia membela diri sebab dipukuli.

"Bapak dipukuli bertubi-tubi oleh pelaku lalu melindungi kepala dengan kedua tangan.

"Saat melindungi diri dengan tangan itulah pelaku mengira Bapak memukul padahal tidak karena saat itu pelaku juga dalam kondisi mabuk," bebernya. (TribunJateng.com/Iwan Arifianto)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Ternyata Ini Alasan Dohan Hajar Mbah Hasyim hingga Berlumurah Darah di Jalan Pemuda Semarang

Sumber: Tribun Jateng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas