Tribun

Korban Arisan Bodong, Uang Untuk Kuliah S 2 Martha Ludes

Uang Martha H (23) sebanyak Rp 23 juta hilang tak berbekas setelah ia masukkan dalam sebuah arisan online.

Korban Arisan Bodong, Uang Untuk Kuliah S 2 Martha Ludes
Victory Arrival Hutauruk/Tribun Medan
Ilustrasi: SEORANG mahasiswa asal Sumbul Kabupaten Dairi, Kevin (22) tertipu hingga Rp 500 juta oleh arisan online By Tunuk. Kevin sudah melapor ke Polda Sumut. 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Arisan online di Medan, Sumatera Utara terus memakan korban, kali ini seorang guru yang uangnya ludes akibat tergiur investasi abal-abal tersebut.

Duit milik Martha H (23) sebanyak Rp 23 juta hilang tak berbekas setelah ia masukkan dalam sebuah arisan online.

Wanita yang berprofesi sebagai guru ini menjadi salah satu korban penipuan arisan online melalui grup WhatsApp.

Ditemui Tribun Medan pada Rabu (9/9/2020), Martha mengatakan bahwa dirinya tergabung dalam empat grup arisan online.

"Saya ada di 4 grup arisan online. Yang mana Owner-nya itu Zs," bebernya.

Wanita yang menggunakan masker berwarna merah ini menjelaskan bahwa dirinya pertama kali dikenalkan oleh kawan sosial medianya.

"Awalnya itu melalui sosmed. Lalu saya beri no hp saya dan join tuh ke grupnya sekitar bulan Januari. Namun di situ belum melakukan transaksi apapun. Saya memantau dulu," katanya.

Tidak sampai di situ, pada bulan Maret dirinya pun memulai transaksi dan menjadi member tetap hingga kini.

Baca: Korban Penipuan Arisan online Tania by Tunuk Bermunculan, Ada yang Kehilangan Rp 500 Juta

"Setelah saya join. Itu sistemnya kan open slot. Jadi per slotnya itu Rp 200 ribu. Nah keuntungannya selama 7 hari Rp 50 ribu, dan itu berlanjut kelipatannya," ucapnya.

Sambung Martha, diawal transaksi hingga 21 Agustus 2020 lalu, semuanya lancar, namun ada beberapa transaksi yang tidak lancar.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas