Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Muncul Ormas Paguyuban Tunggal Rahayu Mirip Sunda Empire, Ubah Lambang Negara & Punya Uang Sendiri

Muncul ormas Paguyuban Tunggal Rahayu yang kegiatannya menyerupai Sunda Empire. Paguyuban itu berani mengubah lambang negara.

Muncul Ormas Paguyuban Tunggal Rahayu Mirip Sunda Empire, Ubah Lambang Negara & Punya Uang Sendiri
tribun jakarta
Kepala Bakesbangpol Garut menunjukkan dokumen pengajuan izin Paguyuban Tunggal Rahayu yang berlogo burung Garuda, Jumat (4/9). Paguyuban Tunggal Rahayu disebut mirip dengan Sunda Empire dan telah merambah hingga Majalengka. (Tribun Jabar/Firman Wijaksana) 

TRIBUNNEWS.COM - Muncul ormas Paguyuban Tunggal Rahayu yang kegiatannya menyerupai Sunda Empire.

Paguyuban itu berani mengubah lambang negara.

Bahkan mereka juga memiliki mata uang sendiri.

Karena dikhawatirkan bakal membuat gaduh di Garut dan Indonesia, polisi diminta untuk turun tangan mengusut Paguyuban Tunggal Rahayu yang kegiatannya mirip dengan Sunda Empire.

Akademisi Hukum dari Sekolah Tinggi Hukum Garut (STHG), Diah Puspitasari menyesalkan adanya aksi perubahan lambang Pancasila oleh paguyuban yang berpusat di Kabupaten Garut itu.

Lambang negara harus dijaga dengan baik dan sudah diatur dalam undang-undang.

"Sebagai warga negara tentu harus menjaga dengan baik lambang negara ini. Tidak bisa mengubah seperti itu. Lambang negara itu jadi representasi negara," ujar Diah saat dihubungi, Selasa (8/9).

Paguyuban yang berada di Kecamatan Cisewu itu berani menambahkan kata setelah Bhineka Tunggal Ika.

Mereka menambahkan kata Soenata Logawa dalam logo paguyuban.

Baca: Paguyuban di Garut Cetak Uang Kertas dan Ubah Lambang Negara, Disebut Mirip Sunda Empire

Baca: Muncul Paguyuban Tunggal Rahayu di Garut Mirip Sunda Empire, Janji akan Lunasi Utang Pengikutnya

Kepala Bakesbangpol Garut menunjukkan dokumen pengajuan izin Paguyuban Tunggal Rahayu yang berlogo burung Garuda, Jumat (4/9). Paguyuban Tunggal Rahayu disebut mirip dengan Sunda Empire dan telah merambah hingga Majalengka. (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)
Kepala Bakesbangpol Garut menunjukkan dokumen pengajuan izin Paguyuban Tunggal Rahayu yang berlogo burung Garuda, Jumat (4/9). Paguyuban Tunggal Rahayu disebut mirip dengan Sunda Empire dan telah merambah hingga Majalengka. (Tribun Jabar/Firman Wijaksana) (tribun jakarta)

Aksi yang dilakukan paguyuban itu sudah masuk dalam tindakan melawan hukum. Ia menyebut, aksi paguyuban itu sudah jelas menghina lambang negara.

"Di Undang-undang nomor 24 tahun 2009 sudah jelas disebutkan melarang siapa pun membuat gambar untuk identitas yang menyerupai Garuda Pancasila," katanya.

Dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan pada Pasal 57 C disebutkan Setiap orang dilarang membuat lambang untuk perseorangan, partai politik, perkumpulan, organisasi dan/atau perusahaan yang sama atau menyerupai Lambang Negara.

Diah meminta aparat kepolisian segera mengusut paguyuban tersebut. Keberadaan paguyuban tersebut sudah jelas akan membuat keresahan di masyarakat.

"Harus diusut tuntas sama kepolisian. Dicari siapa pendirinya dan apa tujuannya," ujarnya. (firman wijaksana)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul "Muncul Paguyuban Tunggal Rahayu di Garut, Mirip Sunda Empire, Punya Lambang Negara dan Uang Sendiri"

Ikuti kami di
Editor: Miftah
Sumber: Tribun Jabar
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas