KRONOLOGI Preman Tewas Dikeroyok, Diduga Terlibat Pencurian hingga Sempat Menantang untuk Dipukuli
Kronologi preman di Tulungagung tewas dikeroyok. Berawal dari dugaan keterlibatannya dalam pencurian motor hingga sempat menantang untuk dipukuli.
Editor: Widyadewi Metta Adya Irani
TRIBUNNEWS.COM - Suyatno, sosok pria yang dikenal sebagai preman di Dusun Puthuk, Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, tewas dikeroyok.
Polisi pun telah menetapkan tujuh tersangka pengeroyok Suyatno (55) pada Rabu (23/9/2020) lalu.
Yatno, demikian dia biasa dipanggil, dikenal sebagai sosok preman asal Dusun Puthuk, Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang.
Baca: Gadis 17 Tahun di Palembang Jadi Korban Pengeroyokan Setelah Dituding Jadi Pelakor
Sementara itu, menurut keterangan warga, Yatno dikenal kerap main tangan jika ada masalah dengan warga.
Ia juga seringkali minta uang kepada warga, terutama yang baru menjual sapi.
“Umumnya kalau ada yang jadi perantara penjualan sapi, dia akan dapat uang terima kasih dari si penjual. Tapi Yatno ini tetap minta duit mesti bukan perantaranya,” ucap seorang warga dengan inisial DD.
Bahkan, Yatno juga beraksi di desa-desa sekitar, seperti Picisan dan Tugu.
“Ada toko bangunan di Tugu yang biasa dimintai uang. Rata-rata warga memilih memberi agar segera pergi,” ungkap DD.
Kronologi Pengeroyokan
Saat awal pengeroyokan, Yatno sempat menantang warga.
Berulang kali dia dipukul, namun tidak berdampak sama sekali.
“Bahkan dia seperti menantang warga untuk terus memukulinya,” tutur DD.
Seseorang kemudian memelorotkan celana yang dikenakan oleh Yatno.
Baca: Kronologi Pengeroyokan Pria di Tulungagung, Diduga Dipicu Dendam Lama
Saat itu, korban mengenakan celana panjang yang dilengkapi dengan celana pendek.
Saat celana panjangnya diturunkan, ternyata pukulan warga baru memberi dampak.
Melihat korban mulai terluka setelah kena pukulan, korban pun dikeroyok.
“Begitu dipukul langsung terluka, yang lain langsung menyerbu. Akhirnya terjadi pengeroyokan itu,” sambung DD.
Korban akhirnya mengalami luka parah di bagian wajah karena pukulan tangan kosong beramai-ramai.
Baca: Kesal Tak Diizinkan Kerja di Luar Kota, Pria Ini Tega Aniaya Ayah dan Ibu Kandung hingga Kritis
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Ardyan Yudo Setyantoro mengakui mendengar penjelasan dari saksi, soal sikap korban yang pamer kesaktian.
Namun pihaknya tidak menemukan benda tertentu yang mungkin menjadi jimat korban.
“Itu hanya cerita yang kami dengar dari warga yang kami periksa,” ucap Yudo.
Menurut Yudo, amuk massa ini bermula dari penangkapan pelaku pencurian kendaraan bermotor, K (17), B (16) dan J (26).
K dan B adalah dua anak kandung Yatno, sedangkan J dikenal sebagai anak buah Yatno.
Isu pun perkembang aksi K dan B mendapat dukungan Yatno.
Baca: Motif Anak Aniaya Ayah dan Ibu hingga Kritis, Naik Pitam Gara-gara Tak Dibolehkan Kerja di Luar Kota
Kondisi diperburuk karena Yatno dikenal sebagai sosok yang antagonis.
Dia dituding berada di balik kematian sapi-sapi di Desa Nyawangan dan sekitarnya, beberapa bulan lalu.
Aksi massa berawal dari keinginan warga memeriksa ponsel Yatno, untuk mencari bukti keterlibatannya dalam aksi pencurian motor itu.
Namun Yatno menolak hingga terjadi aksi anarkis yang menewaskannya.
(Surya.co.id/David Yohanes)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Sebelum Tewas, Suyatno Korban Pengeroyokan di Tulungagung Sempat Pamer Kesaktian
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.