Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

UU Cipta Kerja

Ricuh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Medan, 34 Polisi Terluka, 231 Pengunjuk Rasa Diamankan

Selain 34 polisi terluka, aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja kemarin mengakibatkan banyaknya fasilitas polisi yang dirusak oleh massa.

Ricuh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Medan, 34 Polisi Terluka, 231 Pengunjuk Rasa Diamankan
Istimewa
Anggota Polrestabes Medan yang mengalami luka-luka saat pengamanan demonstrasi tolak Omnibus Law di DPRD Sumut. 

Laporan Wartawan Tribun-Medan.com, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Puluhan anggota polisi terluka saat mengamankan aksi demonstrasi tolak UU Cipta Kerja di Sumatera Utara yang ricuh, Kamis (8/10/2020).

Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Irwan Anwar menyebutkan terdapat 34 polisi yang luka-luka saat mengamanankan aksi unjuk rasa.

Polisi yang luka tersebut dari beberapa titik seperti di Kota Medan dan Labuhanbatu, Sidempuan dan Pematangsiantar.

Petugas kepolisian berpakaian preman mengamankan pengunjuk rasa saat aksi menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di depan Gedung DPRD Sumut, Medan, Kamis (8/10/2020). Aksi demontrasi dari berbagai lembaga di Medan tersebut berujung bentrok dengan aparat kepolisian.
Petugas kepolisian berpakaian preman mengamankan pengunjuk rasa saat aksi menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di depan Gedung DPRD Sumut, Medan, Kamis (8/10/2020). Aksi demontrasi dari berbagai lembaga di Medan tersebut berujung bentrok dengan aparat kepolisian. (Tribun Medan/Danil Siregar)

"Dari peristiwa ini juga kami sampaikan bahwa ada 34 polisi yang terluka 7 di wilayah Polrestabes kemudian 20 di Labuhanbatu, 3 di Sidempuan dan 4 Siantar," jelasnya, Jumat (9/10/2020).

Baca: Suasana Gedung Kementerian ESDM yang Jadi Sasaran Pengunjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja

Irwan menjelaskan aksi unjuk rasa mengakibatkan banyaknya fasilitas polisi yang dirusak oleh massa.

"Sarana dan perasarana milik Polri juga ada beberapa yang rusak, bahkan juga termasuk ada yang dibalikkan dan dibakar di wilayah Medan Baru, yang dibakar itu mobilnya wakarumkit," katanya kepada Tribun.

Pengunjuk rasa melempar batu ke aparat kepolisian saat aksi menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di depan Gedung DPRD Sumut, Medan, Kamis (8/10/2020). Aksi demontrasi dari berbagai lembaga di Medan tersebut berujung bentrok dengan aparat kepolisian.
Pengunjuk rasa melempar batu ke aparat kepolisian saat aksi menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di depan Gedung DPRD Sumut, Medan, Kamis (8/10/2020). Aksi demontrasi dari berbagai lembaga di Medan tersebut berujung bentrok dengan aparat kepolisian. (Tribun Medan/Danil Siregar)

Irwan menjelaskan ada 40 massa yang diamankan terkait pembakaran tersebut.

"Di lokasi pembakaran ada 40 orang yang diamankan," ujarnya.

Baca: Siapa Sari Labuna, Satu-satunya Mahasiswi yang Ditangkap Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Makassar?

Selain pembakaran mobil dinas, peserta aksi juga membalikkan satu unit mobil pelat merah di Jalan Gedung Arca tepatnya di depan Kampus Institut Teknologi Medan (ITM).

Pengunjuk rasa melakukan aksi menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di depan Gedung DPRD Sumut, Medan, Kamis (8/10/2020). Aksi demontrasi dari berbagai lembaga di Medan tersebut berujung bentrok dengan aparat kepolisian.
Pengunjuk rasa melakukan aksi menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di depan Gedung DPRD Sumut, Medan, Kamis (8/10/2020). Aksi demontrasi dari berbagai lembaga di Medan tersebut berujung bentrok dengan aparat kepolisian. (Tribun Medan/Danil Siregar)
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas