Tribun

Remaja 16 Disetubuhi Kekasihnya hingga Hamil, Orangtua Korban Tahu saat Anaknya Sudah Melahirkan

Seorang pemuda berinisial DP (19) menyetubuhi kekasihnya, FA (16) berulang kali hingga hamil dan melahirkan.

Editor: Nanda Lusiana Saputri
zoom-in Remaja 16 Disetubuhi Kekasihnya hingga Hamil, Orangtua Korban Tahu saat Anaknya Sudah Melahirkan
Tribun Bali
Ilustrasi pencabulan pada anak di bawah umur 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pemuda berinisial DP (19) di Ponorogo menyetubuhi kekasihnya, FA (16) berulang kali hingga hamil dan melahirkan.

Ironisnya, orangtua korban baru mengetahui kejadian yang dialami korban setelah anaknya melahirkan bayi.

Tak terima dengan anaknya yang masih di bawah umur dihamili hingga sudah melahirkan bayi, keluarga korban melaporkan DP ke polisi.

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Hendi Septiadi menyebutkan, kronologi bermula saat DP menjalin hubungan asmara dengan korban berinisial FA (16) pada Februari 2019 lalu.

Pada waktu pacaran, DP yang merupakan warga Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman sering membelikan FA paket data internet serta memberikan hadiah berupa tas agar rasa sayang korban ke tersangka semakin besar.

"Setelah itu pada kurun waktu Oktober 2019 sampai dengan Desember 2019 tersangka mengajak korban berhubungan intim kurang lebih sebanyak 10 kali," kata Hendi, Jumat (9/10/2020).

Baca: Paman Setubuhi Keponakan hingga Hamil, Keluarga Curiga Pelaku & Korban Sering Berduaan di Ladang

Baca: Pria Beristri Nekat Setubuhi Bocah 10 Tahun hingga 2 Kali, Pelaku Iming-imingi HP dan Pulsa

Untuk yang pertama kali, pelaku mengajak berhubungan badan di sebuah ladang jagung di Desa Sumpel, Kecamatan Jambon, Ponorogo.

Awalnya korban menolak, namun tersangka berjanji tak akan membuat FA hamil, kalau pun korban sampai hamil, pelaku akan berjanji menikahi korban.

"Korban pun akhirnya mau berhubungan layaknya suami istri dan kejadian tersebut dilakukan berulang kali di rumah tersangka," kata Hendi.

Akibatnya, korban yang masih pelajar pun hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan pada Minggu (20/9/2020).

"Kasus ini berawal dari laporan dari orang tua korban yang tidak terima anaknya masih di bawah umur," ucap Hendi.

Selama kehamilan, keluarga tidak mengetahui dan baru ketahuan dari laporan bidan tempat korban melahirkan yaitu di Desa Krebet, Kecamatan Jambon.

"Tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat 2 juncto ke 76 d, 82 ayat 1, juncto pasal 76 e, uu ri no 35 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar," pungkasnya.

(SuryaMalang.com/Sofyan Arif Candra)

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Gadis Belia Terbujuk Janji Sperma di Luar Kemaluan, Kisah Cinta Terlarang di Ladang Jagung Ponorogo

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas