Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Keroyok dan Rampas HP Korban, 2 Pria Ini Bawa Korban ke Kantor Polisi, Seolah jadi Penolong

Setelah mengeroyok dan merampas barang berharga milik korbannya, dua pria ini membawa korban ke kantor polisi dengan berlaku seolah menjadi penolong.

Keroyok dan Rampas HP Korban, 2 Pria Ini Bawa Korban ke Kantor Polisi, Seolah jadi Penolong
ISTIMEWA
Setelah mengeroyok dan merampas barang berharga milik korbannya, dua pria ini membawa korban ke kantor polisi dengan berlaku seolah menjadi penolong. - Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM - Dua orang pria diamankan Polsek Kotagede atas dugaan kasus penganiayaan dan pemerasan.

Kedua pria tersebut di antaranya yakni NPS (38) warga Kalangan Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, dan JN (21) warga Surokarsan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta.

NPS dan JN melakukan pengeroyokan dan merampas dompet serta handphone (HP) korban bernama Anton Wijaya, warga Rongkop, Gunungkidul.

Peristiwa itu berlangsung di Lapangan Karang, Kecamatan Kotagede pada Selasa (17/11/2020) sekita pukul 03.00 WIB.

Baca juga: Pasangan Kekasih Ini Nekat Curi Motor Polisi di Tegal, 2 Bulan Kemudian Ditangkap di Bekasi

Baca juga: 2 Pria Nekat Aniaya Temanya hingga Tewas Gara-gara Korban Tak Membantu Pelaku saat Dihajar Orang

Baca juga: Kronologi Ratusan Pengendara Motor Keroyok Pengemudi Mobil, Videonya Viral, Tersinggung Suara Bising

Hal ini diungkapkan oleh Kapolsek Kotagede, Kompol Dwi Tavianto didampingi Kanit Reskrim Iptu Mardiyanto.

"Sebelum insiden itu, korban dibawa oleh kedua pelaku ke lapangan Karang."

"Setelah sampai, korban langsung dipukuli dan diambil dompet berikut handphone," jelasnya Selasa (17/11/2020).

Setelah berhasil menguasai barang korban, kedua tersangka itu membawa korban ke kantor Kepolisian Sektor Kotagede.

Baca juga: Misteri Mayat Siswa SMA di Gowa Mulai Terungkap, Sembilan Orang Diduga Keroyok Korban hingga Tewas

Maksud tersangka membawa korban ke kantor polisi yakni supaya keduanya seolah-olah menjadi penolong korban.

Namun, setelah sampai di kantor Polisi, tambah Iptu Mardiyanto, korban justru memberikan keterangan bahwa telah dipukuli oleh tersangka dan korban mengenali seorang pelaku.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Widyadewi Metta Adya Irani
Sumber: Tribun Jogja
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas